Edukasi
Fear & Greed Index Global Tertekan Geopolitik: Sinyal Ketakutan atau Peluang di Pasar?
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 01 April 2026 Waktu baca 5 menit
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pernyataan terbaru mengenai perang antara AS dan Israel melawan Iran. Ia menyebut bahwa Amerika Serikat akan mengakhiri konflik tersebut dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu.
Dilaporkan oleh AFP dan Al-Jazeera pada Rabu (1/4/2026), pernyataan tersebut disampaikan Trump di Gedung Putih. Ia menegaskan bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir.
Trump menyatakan bahwa AS akan menghentikan serangannya terhadap Iran dalam kurun waktu “dua hingga tiga minggu”. Ia juga mengklaim bahwa Amerika Serikat telah berhasil mendorong terjadinya perubahan rezim di Iran.
Selain itu, Trump menegaskan bahwa pihaknya mampu mengakhiri perang dengan Iran tanpa perlu mencapai kesepakatan atau negosiasi apa pun dengan pihak Iran.
Saat ditanya dalam sebuah acara di Gedung Putih mengenai dampak kenaikan harga bahan bakar sejak pecahnya perang dengan Iran pada 28 Februari, Trump menegaskan bahwa AS dapat sewaktu-waktu menarik diri dari Iran.
Ia mengatakan bahwa yang perlu dilakukan hanyalah meninggalkan Iran, dan langkah tersebut akan segera dilakukan, yang menurutnya akan menyebabkan Iran runtuh.
Ia menambahkan bahwa saat ini AS sedang menyelesaikan operasinya, dan memperkirakan dalam waktu sekitar dua minggu atau mungkin sedikit lebih lama, pasukan AS akan ditarik keluar.
Sebelumnya, Paus Leo XIV juga sempat memberikan pernyataan terkait upaya Presiden Donald Trump dalam mengakhiri perang dengan Iran. Ia menyebut bahwa Trump sedang mencari jalan keluar untuk menghentikan konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah.
Paus mengatakan bahwa ia mendapat informasi bahwa Presiden Trump baru-baru ini menyatakan keinginannya untuk mengakhiri perang, dan berharap bahwa ia sedang mencari solusi untuk mengurangi kekerasan dan pemboman.
Pernyataan tersebut disampaikan Paus kepada wartawan saat meninggalkan kediamannya di Castel Gandolfo, di luar Roma, menuju Vatikan, sebagaimana dilaporkan AFP pada Rabu (1/4/2026).
Menurut Paus, langkah tersebut akan menjadi kontribusi penting dalam mengurangi kebencian yang terus berkembang di Timur Tengah maupun di wilayah lain.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya akan terus mengajak para pemimpin dunia untuk kembali ke meja perundingan, membuka dialog, dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang ada.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.