Edukasi
Fear & Greed Index Global Tertekan Geopolitik: Sinyal Ketakutan atau Peluang di Pasar?
/index.php
Saham News - Diposting pada 01 April 2026 Waktu baca 5 menit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pagi ini, Rabu (1/4/2026), dengan kenaikan sebesar 1,45% hingga mencapai level 7.150,45.
Tercatat sebanyak 355 saham mengalami kenaikan, 68 saham melemah, sementara 535 saham masih stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp358,5 miliar dengan volume 472,1 juta saham yang diperdagangkan dalam 28.280 transaksi.
Kapitalisasi pasar juga mengalami peningkatan hingga menyentuh Rp12.575 triliun.
Di kawasan regional, bursa Asia-Pasifik turut menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Sentimen positif ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memberi sinyal kemungkinan penarikan pasukan dalam waktu dekat.
Indeks Kospi dari Korea Selatan memimpin penguatan dengan lonjakan hampir 5% di awal sesi perdagangan. Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga meningkat 4,13%, didorong oleh pertumbuhan ekspor Korea Selatan pada bulan Maret yang melonjak 48,3% secara tahunan, melampaui perkiraan pasar.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat sebesar 3,51% dan Topix naik 3,17%. Sentimen positif juga diperkuat oleh hasil survei Tankan yang dirilis oleh Bank of Japan.
Untuk perdagangan hari ini, pasar keuangan domestik akan menaruh perhatian pada sejumlah data penting dari dalam negeri, seperti inflasi, neraca perdagangan, serta Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia. Dari sisi global, pelaku pasar juga akan mencermati perbaikan aktivitas manufaktur China serta pelemahan pasar tenaga kerja di Amerika Serikat.
Meski demikian, pasar masih menghadapi tekanan dari sektor energi. Pemerintah memang telah memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi tidak mengalami kenaikan per 1 April 2026 dan pasokan energi dalam negeri tetap terjaga. Namun, fluktuasi harga energi global akibat konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Selasa (31/3/2026) menegaskan bahwa pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM non-subsidi per awal April 2026.
Ia menyampaikan bahwa tidak ada perubahan harga untuk BBM jenis Pertadex atau solar berkualitas tinggi, dan pernyataan tersebut sejalan dengan yang disampaikan Menteri Sekretaris Negara. Namun demikian, pemerintah tetap akan mengevaluasi kebijakan tersebut mengikuti perkembangan harga energi global.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga memastikan bahwa pasokan energi nasional masih dalam kondisi aman. Ia menyebutkan bahwa cadangan BBM, baik solar, bensin, avtur, maupun LPG, saat ini berada di atas batas minimum nasional.
Menurutnya, meskipun ketegangan geopolitik belum menunjukkan tanda-tanda mereda dan beberapa negara telah mengambil langkah efisiensi, Indonesia masih berada dalam posisi yang relatif aman berkat arahan presiden terkait pengelolaan cadangan energi.
Selain itu, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah telah berhasil memperoleh sumber alternatif untuk impor minyak dan LPG yang sebelumnya berasal dari kawasan Timur Tengah. Langkah ini dilakukan agar gejolak di wilayah tersebut tidak secara langsung mengganggu kebutuhan energi dalam negeri.
Ia memastikan bahwa sumber pengganti tersebut telah tersedia, sehingga tidak ada lagi keraguan terkait pasokan energi nasional.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.