Saham News
Breaking News: Harga Minyak Dunia Melonjak, IHSG Terkoreksi Lebih dari 1%
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 20 July 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Generasi Z dengan rentang usia 18-34 tahun menunjukkan minat besar terhadap properti di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), menurut studi terbaru dari marketplace properti, Rumah123.
Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menyatakan bahwa minat ini didorong oleh generasi muda yang selalu mengikuti perkembangan pembangunan dan ingin mengetahui lebih banyak tentang proyek IKN. Selain itu, generasi ini juga tertarik pada proyek-proyek yang akan dibangun di IKN dan perkembangan kawasan tersebut di masa depan.
"Ketertarikan terhadap proyek IKN menjadi faktor signifikan yang menarik minat generasi muda dalam mencari properti di kawasan tersebut," ujar Marisa dalam keterangan resminya, dikutip Tirto, Jumat (19/7/2024).
Generasi muda juga melihat IKN sebagai peluang investasi properti. Hal ini didukung oleh kemampuan finansial generasi muda yang cukup kuat serta kemampuan untuk mencari celah investasi di kawasan dengan potensi pertumbuhan tinggi.
"Mereka melihat kawasan sekitar IKN sebagai area dengan prospek kenaikan nilai properti yang besar di masa depan, terutama mengingat berbagai proyek pengembangan infrastruktur hingga fasilitas publik yang direncanakan," tambah Marisa.
IKN juga menawarkan insentif perpajakan bagi pengembang, investor, dan konsumen yang dapat mendorong geliat sektor properti di kawasan tersebut. Beberapa insentif dari pemerintah termasuk pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) atas pengalihan hak atas tanah bangunan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang tidak dipungut atas jasa sewa dan biaya konstruksi pengembangan properti, hingga Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM) 0 persen untuk hunian mewah.
Dengan perkembangan infrastruktur dan fasilitas di sekitar IKN, Marisa berharap pasar dapat menyerap berbagai segmen kelas properti secara proporsional dan beragam, menciptakan peluang investasi dan meningkatkan nilai properti dalam jangka panjang.
"Proyek pengembangan yang sedang berjalan juga diharapkan bisa meningkatkan permintaan properti, menciptakan pasar yang lebih dinamis dan inklusif," ujarnya.
Berdasarkan data Rumah123, pencari properti di kawasan IKN dari usia 18-34 tahun di Balikpapan mencapai 56,9 persen, di Kutai Kartanegara 71,4 persen, di Penajam Paser Utara 48,5 persen, dan di Samarinda 56,4 persen. Sementara itu, pencari properti pada rentang usia 35-64 tahun di Balikpapan tercatat sebanyak 42,8 persen, di Kutai Kartanegara 28,6 persen, di Penajam Paser Utara 51,5 persen, dan di Samarinda 43,6 persen.
"Dari sisi segmen harga, Rumah123 mencatat permintaan hunian di kawasan IKN cenderung didominasi kelas menengah dan menengah-atas," katanya.
Marisa merinci, di Balikpapan, permintaan tertinggi berada pada rentang harga Rp400 juta-Rp1 miliar sebesar 54,8 persen. Di Samarinda, permintaan tertinggi berada pada rentang harga Rp1-3 miliar sebanyak 48 persen. Sementara di wilayah Kutai Kartanegara, 100 persen permintaan berada di rentang harga Rp400 juta-Rp1 miliar, dan di Penajam Paser Utara, sebanyak 66,7 persen pencari hunian tertarik pada hunian dengan harga di bawah Rp400 juta.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: tirto.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.