Kapal Perang AS Kena Rudal! Ini Alasan Trump Tarik Pasukan & Dampaknya

Berita Terkini - Diposting pada 05 May 2026 Waktu baca 5 menit

Perang Iran vs Amerika Serikat yang tak kunjung rampung masih menjadi perhatian berita global pada Senin (4/5). (Foto: Jim WATSON / AFP

Konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir masih menjadi sorotan utama dalam pemberitaan global pada Senin (4/5).

 

Berikut rangkuman berita internasional yang masih didominasi oleh dinamika ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, khususnya terkait upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik tersebut:

 

Media Iran Laporkan Kapal Fregat AS Terkena Rudal di Selat Hormuz
Sebuah kapal fregat milik Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan menjadi target serangan rudal di Selat Hormuz pada Senin (4/5).

 

Menurut laporan kantor berita Fars News Agency, pasukan Iran menyerang kapal tersebut dengan rudal setelah kapal itu mengabaikan peringatan yang diberikan oleh pihak Iran.

“Kapal fregat yang berlayar melanggar aturan navigasi dan keselamatan maritim di sekitar pelabuhan Jask menjadi sasaran rudal setelah mengabaikan peringatan dari angkatan laut Iran,” tulis laporan tersebut tanpa menyebutkan sumber resmi.

 

Dua Supertanker Iran Bawa Jutaan Barel Minyak Masuk Perairan Indonesia
Dua kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar (VLCC) milik Iran dilaporkan berhasil menembus blokade Angkatan Laut Amerika Serikat dan memasuki wilayah perairan Indonesia.

Kedua kapal tersebut terpantau bergerak menuju wilayah Kepulauan Riau.

Perusahaan pemantau pengiriman minyak TankerTrackers.com menyebutkan bahwa dua VLCC Iran berhasil menghindari pengawasan militer AS di kawasan Timur Tengah dan membawa jutaan barel minyak mentah. Kapal yang dimaksud adalah HUGE (IMO: 9357183) dan DERYA (9569700).

 

Alasan Donald Trump Tarik 5.000 Tentara AS dari Jerman
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menarik sekitar 5.000 pasukan militer AS dari Jerman.

Sejumlah pejabat tinggi di sektor pertahanan menyebut keputusan ini sebagai bentuk ketidakpuasan Trump terhadap sekutu-sekutu Amerika Serikat di Eropa.

 

Trump merasa kecewa terhadap negara-negara anggota NATO, khususnya Jerman, karena tidak bersedia mendukung AS dalam konflik melawan Iran. Kekecewaan tersebut semakin bertambah setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki strategi yang jelas dalam menghadapi Iran dan tengah dipermalukan oleh negosiator Iran.

Sumber: cnnindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.