Ekonomi RI Menuju 8%? Purbaya Ungkap Sinyal Kuat Pertumbuhan Mulai Terlihat

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 02 May 2026 Waktu baca 5 menit

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinannya bahwa arah pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju angka 8 persen mulai terlihat. Ia bahkan memperkirakan target tersebut dapat dicapai dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang. “Pertumbuhan 8 persen mungkin dianggap terlalu tinggi oleh sebagian pihak, namun menurut saya arahnya sudah mulai tampak,” ujar Purbaya dalam acara di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/4/2026). Keyakinan ini didasarkan pada besarnya potensi penguatan ekonomi domestik.

 

Purbaya juga menyebutkan bahwa tanpa melakukan reformasi industri besar sekalipun, pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi mencapai sekitar 6 persen hanya dengan memaksimalkan peran sektor swasta dan pemerintah.

 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi fondasi awal untuk mendorong percepatan pertumbuhan ke tingkat yang lebih tinggi.

“Dalam dua atau tiga tahun ke depan, Anda akan melihat angka 8 persen mulai tercapai,” katanya.

Dalam jangka pendek, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen pada semester pertama 2026.

 

Target ini diharapkan menjadi dasar sebelum memasuki fase percepatan pertumbuhan yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Purbaya menjelaskan bahwa saat ini pemerintah berfokus membangun fondasi ekonomi yang kuat agar pertumbuhan dapat berlangsung secara berkesinambungan.

 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto.

Selain itu, Kementerian Keuangan juga melakukan pembenahan internal guna memperkuat kontribusi kebijakan fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi.

 

Reformasi tersebut difokuskan pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Purbaya menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut mulai menunjukkan hasil yang positif.

Hal ini terlihat dari penerimaan pajak yang meningkat sebesar 20,7 persen pada Maret 2026.

Ia juga menegaskan bahwa stabilitas ekonomi domestik selama ini menjadi modal penting di tengah ketidakpastian global.

 

Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus meningkat.

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama diperkirakan mencapai 5,5 persen dan berlanjut pada periode berikutnya.

Reformasi fiskal menjadi salah satu pendorong utama.

 

“Jika sebelumnya pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5 persen, ke depan kita akan tumbuh lebih cepat,” ujar Purbaya.

Dengan kombinasi penguatan kebijakan fiskal, peningkatan investasi, serta kontribusi sektor swasta, pemerintah yakin bahwa target pertumbuhan ekonomi yang tinggi bukan lagi sekadar wacana, melainkan mulai menunjukkan arah yang jelas.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.