Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Saham News - Diposting pada 02 May 2026 Waktu baca 5 menit
PT Bursa Efek Indonesia mencatat bahwa pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan, yaitu periode 27–30 April 2026, berakhir di zona negatif dengan penurunan sebesar 2,42 persen.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa kapitalisasi pasar BEI turun 2,78 persen menjadi Rp12.382 triliun dari Rp12.736 triliun pada pekan sebelumnya.
“Pergerakan IHSG selama sepekan mengalami perubahan sebesar 2,42 persen sehingga ditutup di level 6.956,804, dari posisi 7.129,490 pada pekan sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (2/5).
Selanjutnya, rata-rata nilai transaksi harian pada pekan ini juga mengalami penurunan sebesar 6,81 persen menjadi Rp18,27 triliun, dibandingkan Rp19,61 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian turut merosot 15,02 persen menjadi 2,34 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,75 juta kali transaksi.
Selain itu, rata-rata volume transaksi harian BEI pada pekan ini juga mengalami penurunan signifikan sebesar 17,32 persen menjadi 37,11 miliar lembar saham, dari 44,88 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Adapun investor asing pada Kamis (30/4) mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp1,486 triliun, dan secara kumulatif sepanjang tahun 2026 nilai jual bersih investor asing mencapai Rp49,874 triliun.
Pada Senin (27/4), Otoritas Jasa Keuangan bersama pemerintah meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) sebagai upaya untuk memperdalam pasar modal Indonesia. Peluncuran tersebut dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Hal ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di pasar modal melalui instrumen reksa dana, khususnya bagi generasi muda dan investor pemula,” kata Kautsar.
Peluncuran PINTAR Reksa Dana juga dilakukan bersamaan dengan Pekan Reksa Dana 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia. Program ini diharapkan mampu mendorong kebiasaan investasi rutin yang sehat, dengan dukungan dari 30 manajer investasi dan 26 agen penjual efek reksa dana (APERD) untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan investor.
Sumber: kumparan.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.