Saham News
Kinerja Moncer! Laba Bersih CBDK Milik Aguan Melonjak 48% pada 2025
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 16 March 2026 Waktu baca 5 menit
Iran untuk pertama kalinya meluncurkan rudal balistik Sejjil sebagai bagian dari serangan balasan atas aksi pengeboman yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.
Peluncuran rudal Sejjil merupakan bagian dari gelombang serangan ke-54 dalam rangkaian "Operasi Janji Sejati" yang menargetkan aset milik Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Garda Revolusi Iran mengumumkan penggunaan rudal yang kerap dijuluki sebagai "Senjata Burung Ababil" tersebut melalui sebuah pernyataan yang dikutip oleh Mehr.
Serangan pada gelombang ke-54 tersebut diarahkan ke pusat komando udara, fasilitas produksi militer, serta pasukan Israel.
Sejjil merupakan rudal balistik jarak menengah yang memiliki jangkauan hingga sekitar 2.000 kilometer. Rudal ini memiliki panjang sekitar 18 meter, diameter 1,25 meter, berat sekitar 23 ton, serta mampu membawa hulu ledak dengan kapasitas antara 500 hingga 1.000 kilogram.
Rudal ini juga dijuluki sebagai "rudal menari" karena kemampuannya bergerak lincah di ketinggian untuk menghindari sistem pertahanan anti-rudal seperti Iron Dome. Dengan menggunakan bahan bakar padat, Sejjil dapat dipersiapkan dan diluncurkan jauh lebih cepat dibandingkan rudal Shahab yang menggunakan sistem bahan bakar cair.
Berdasarkan laporan CSIS, Iran mulai merancang rudal Sejjil pada awal dekade 1990-an dan melakukan peluncuran pertamanya pada tahun 2008. Pada saat itu, Sejjil hanya mampu menjangkau jarak sekitar 800 kilometer. Pada Mei 2009, Iran dilaporkan telah mengembangkan kemampuan navigasi pada rudal tersebut.
Sejak tahun 2009, Iran telah melakukan empat kali peluncuran uji penerbangan terhadap Sejjil. Dalam uji terbang terakhir, rudal tersebut dilaporkan mampu menempuh jarak hingga 1.900 kilometer melintasi Samudra Hindia.
Sejjil merupakan rudal dengan dua tahap peluncuran, yang berarti menggunakan dua sistem roket baik saat diluncurkan ke udara maupun ketika melaju menuju target. Karena itu, sejumlah pengamat menilai teknologi yang digunakan pada Sejjil berpotensi dikembangkan menjadi rudal antar benua yang dikenal sebagai ICBM.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.