Kinerja Moncer! Laba Bersih CBDK Milik Aguan Melonjak 48% pada 2025

Saham News - Diposting pada 16 March 2026 Waktu baca 5 menit

Emiten milik konglomerat Sugainto Kusuma atau Aguan, yaitu PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), mencatat pendapatan sebesar Rp2,5 triliun sepanjang tahun 2025, meningkat 11% secara tahunan. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp1,4 triliun atau tumbuh signifikan sebesar 48% secara tahunan (year on year/YoY).

 

Kinerja tersebut juga diikuti oleh peningkatan profitabilitas yang kuat. Margin laba kotor tercatat mencapai 66%, sedangkan margin laba bersih meningkat menjadi 54%. Pencapaian ini didukung oleh komposisi produk yang semakin optimal serta kemampuan CBDK dalam memonetisasi portofolio aset dan pengembangan kawasan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kontribusi produk dengan margin tinggi di kawasan PIK2, khususnya pada distrik bisnis CBD PIK2.

 

Produk-produk yang diserahterimakan kepada konsumen sepanjang 2025 antara lain SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, serta Rukan Asia Afrika yang dirancang untuk mendukung perkembangan ekosistem bisnis di kawasan tersebut.

 

Per 31 Desember 2025, total aset CBDK tercatat sekitar Rp23 triliun. Struktur neraca tersebut memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk terus mengembangkan proyek-proyek strategis sekaligus mengoptimalkan kawasan di PIK2 seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis dan komersial di area tersebut.

 

Sebagai bagian dari strategi pengembangan jangka panjang, CBDK saat ini mengelola cadangan lahan seluas sekitar 702 hektare yang menjadi modal utama untuk mengembangkan berbagai proyek residensial maupun komersial bernilai tambah di kawasan PIK2.

 

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, menyampaikan bahwa kinerja perusahaan sepanjang 2025 menunjukkan kuatnya momentum dalam pengembangan distrik bisnis di kawasan PIK2.

 

“Sepanjang tahun 2025, CBDK berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp2,5 triliun dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 48% YoY menjadi Rp1,4 triliun. Kami juga melihat adanya peningkatan kualitas profitabilitas dengan margin laba kotor mencapai 66% dan margin laba bersih sebesar 54%, yang mencerminkan semakin optimalnya monetisasi aset serta meningkatnya kontribusi produk dengan margin tinggi di kawasan CBD PIK2,” ujar Steven, seperti dikutip CNBC Indonesia pada Senin (16/3/2026).

 

Menurutnya, pengembangan kawasan yang terintegrasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik kawasan PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis baru.

 

“Pengembangan berbagai proyek strategis, termasuk Nusantara International Convention Exhibition (NICE), diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem bisnis, pariwisata, dan gaya hidup di PIK2. Dengan terus berkembangnya aktivitas komersial di kawasan ini, kami optimistis PIK2 akan terus bertumbuh sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi baru di wilayah pesisir utara Jakarta,” tuturnya.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.