Bangkrutnya Bank Silicon Valley, Bank Pembiayaan Sektor Teknologi dan Inovasi

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 13 March 2023 Waktu baca 5 menit

Bank Silicon Valley adalah sebuah bank komersial yang berkantor pusat di Santa Clara, California, AS. Bank ini didirikan pada tahun 1983 oleh tiga pengusaha bernama Bill Biggerstaff, Ken Wilcox, dan Mike McLaughlin. Bank ini fokus pada pembiayaan dan pengembangan usaha kecil dan menengah di sektor teknologi dan inovasi, serta industri kesehatan dan bioteknologi.

 

Bank Silicon Valley juga memiliki reputasi yang baik di kalangan nasabahnya. Bank ini memenangkan beberapa penghargaan bergengsi, seperti "Best Commercial Bank in the US" dari World Finance Magazine, dan "Best Digital Bank in North America" dari Global Finance Magazine.

 

Namun, pada bulan Maret 2023, Bank Silicon Valley mengalami kegagalan yang mengejutkan. Bank ini mengalami krisis modal dan bank run dalam waktu 48 jam yang mengakibatkan bank ini ditutup oleh regulator California dan diletakkan di bawah pengawasan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC). Ini merupakan kegagalan bank terbesar kedua dalam sejarah AS.

 

Krisis tersebut dimulai ketika Bank Silicon Valley mengumumkan bahwa mereka telah menjual sekuritas dengan kerugian dan akan menjual saham baru senilai $2,25 miliar untuk menguatkan neraca keuangannya. Hal ini memicu panik di kalangan perusahaan modal ventura utama, yang mengatakan kepada perusahaan untuk menarik uang mereka dari bank. Akibatnya, harga saham bank ini merosot pada hari Kamis (9/3), dan pada hari Jumat (10/3), harga saham bank ini terhenti dan bank ini meninggalkan upaya untuk cepat mengumpulkan modal atau mencari pembeli.

 

Regulator California kemudian menutup bank ini dan menyerahkannya kepada FDIC untuk dikelola. FDIC akan bertindak sebagai penerima, yang biasanya berarti akan menjual aset bank untuk membayar kembali nasabahnya, termasuk deposito dan kreditur.

 

Meskipun kegagalan Bank Silicon Valley menimbulkan kekhawatiran di kalangan nasabahnya dan masyarakat umum, para ahli meyakinkan bahwa kegagalan bank ini tidak akan menyebabkan efek domino seperti yang terjadi selama krisis keuangan global pada tahun 2008. Bank ini juga merupakan kasus idiosinkratis yang tidak mencerminkan kondisi keseluruhan sistem perbankan AS saat ini.

 

Sumber: euronews.com | cnn.com

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun InstagramTikTokYoutube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.