Viral! Donald Trump Disebut 'Tantrum' soal RI Dukung Iran-Fakta atau Hoaks?

Berita Terkini - Diposting pada 10 April 2026 Waktu baca 5 menit

Tangkapan layar soal kicauan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyindir Indonesia karena mendukung Iran sempat tersebar di media sosial. (Foto: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Sebuah tangkapan layar yang menampilkan unggahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyindir Indonesia karena dianggap mendukung Iran sempat beredar luas di media sosial.

 

Dalam gambar tersebut, yang tampak seperti diambil dari akun media sosial Trump, terlihat pernyataan bernada emosional dari presiden yang mempertanyakan alasan Indonesia mendukung Iran, padahal mayoritas Muslim di Indonesia menganut aliran Sunni.

 

“Mayoritas masyarakat Indonesia adalah Sunni, bukan? Selama bertahun-tahun, kalian terus mendengar bahwa Syiah itu ‘keliru’ dan ‘berbahaya’—semua ini bagian dari kampanye besar dan retorika yang terus diulang. Semua orang bersuara keras. Namun sekarang? Tiba-tiba mereka justru MENDUKUNG rezim Syiah di Iran hanya karena musuhnya adalah Israel dan Amerika. Sungguh luar biasa bagaimana hal ini bisa terjadi! Berubah total. Tidak ada konsistensi, tidak ada prinsip—hanya politik,” demikian isi unggahan dalam tangkapan layar tersebut.

 

“Kemarin mengatakan satu hal, hari ini melakukan hal yang sepenuhnya berlawanan. Sangat meyakinkan... TIDAK! Ini adalah kemunafikan pada tingkat yang berbeda. MENYEDIHKAN!!!” lanjut isi unggahan tersebut.

 

Namun, berdasarkan penelusuran CNN Indonesia, akun resmi Trump di berbagai platform seperti Truth Social, X, dan Instagram tidak pernah memposting pernyataan tersebut.

 

Pemerintah Indonesia juga memastikan bahwa unggahan itu merupakan hoaks. Badan Komunikasi Pemerintah melalui akun Instagram @cekfakta.ri menyatakan bahwa tidak ada pernyataan resmi dari Trump seperti yang beredar di masyarakat.

 

“Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa konten tersebut merupakan hasil manipulasi dan penyuntingan,” demikian pernyataan @cekfakta.ri pada Kamis (9/4).

 

Lebih lanjut, mereka menegaskan bahwa konten hoaks semacam ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi memicu perpecahan sosial serta merusak keharmonisan di Indonesia.

 

Bakom juga menekankan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi keberagaman dan toleransi. Narasi yang mencoba mengadu domba kelompok agama seperti ini tidak mencerminkan kondisi nyata dan dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

 

Mereka kemudian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

 

“Masyarakat diharapkan lebih waspada dan kritis agar tidak terpapar disinformasi,” demikian pernyataan Bakom.

 

Di media sosial, beredar luas gambar tangkapan layar yang seolah-olah menunjukkan unggahan Trump di Truth Social yang membahas isu Sunni-Syiah dan sikap masyarakat Indonesia.

 

Dalam konten tersebut disebutkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia adalah Sunni dan selama ini menganggap kelompok Syiah sebagai pihak yang keliru dan berbahaya.

 

“Semuanya adalah kampanye besar dan retorika yang berlebihan, semua orang mengkritik. Namun sekarang? Tiba-tiba mereka MENDUKUNG rezim Syiah di Iran hanya karena musuhnya adalah Israel dan Amerika—,” demikian isi tulisan dalam konten tersebut.

 

“Sungguh luar biasa bagaimana hal itu bisa terjadi! Perubahan total. Tanpa konsistensi dan tanpa prinsip, hanya didorong oleh politik,” lanjut isi konten tersebut.

Sumber: cnnindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :