Danantara Siapkan Dividen BUMN Rp200 Triliun untuk Investasi pada 2026

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 27 October 2026 Waktu baca 5 menit

Ilustrasi AI

Danantara Indonesia menyatakan sedikitnya US$12 miliar atau sekitar Rp200 triliun dari dividen BUMN pada 2026 akan dialokasikan untuk investasi. COO Danantara sekaligus CEO Danantara Asset Management Dony Oskaria menyampaikan rencana tersebut dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum di Jakarta, 26 Oktober 2026. Sebagian besar dana diproyeksikan mengalir ke investasi komersial melalui Danantara Investment Management (DIM), sementara alokasi antara DIM dan Danantara Development Management Fund (DDMF) masih dibahas.

Danantara mengklaim BUMN di bawah pengelolaannya membukukan laba Rp214,9 triliun selama Januari–Agustus 2026, naik 18,4% dibanding Rp181,5 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Dalam paparan perusahaan, kenaikan laba tertinggi dicatat Semen Indonesia (427%), Pupuk Indonesia (233%), Danareksa (110%), PTPN III (55%), Pertamina (48%), Pelindo (45%), BTN (35%), dan Bank Mandiri (16%). Krakatau Steel dan Len Industri disebut berbalik dari rugi menjadi laba. Danantara juga melaporkan ROE meningkat menjadi 8,0% dari 7,4% pada periode pembanding.

CEO DDMF Sigit Puji Santosa mengatakan pembagian dividen masih dibicarakan. DIM berfokus pada investasi komersial, sedangkan DDMF menangani investasi jangka panjang dan kepentingan publik. Sigit memperkirakan 65–70% dana mungkin masuk DIM karena proyek komersial dinilai lebih siap; porsi strategis jangka panjang akan berada di DDMF. Ini masih berupa perkiraan pembagian, bukan angka final.

CEO DIM sekaligus CFO Danantara Pandu Sjahrir menyebut tiga proyek telah mulai digarap: pengolahan sampah menjadi energi (PSEL), kemitraan bisnis protein dengan JBS Group di Australia dan Selandia Baru, serta kawasan Bait Jamaah atau Kampung Haji di Makkah. Untuk PSEL, Pandu menyebut rencana investasi US$5 miliar di 33 kota, kapasitas terpasang 660 megawatt, dan pengolahan 35 juta ton sampah—60% di antaranya saat ini belum dikelola. Beberapa proyek disebut telah dimulai di Bali dan Bogor. Danantara berharap 15–16 proyek ditenderkan penuh hingga akhir 2026 dan mulai dibangun pada kuartal I 2027.

Proyek Kampung Haji disebut bernilai US$500 juta, dengan target pembangunan 11 menara dalam dua tahun. Pandu menyatakan proyek itu akan memberi Indonesia kepemilikan 100% properti di Makkah. Tiga proyek lainnya masih berada pada tahap pengumuman, persiapan, atau evaluasi: investasi energi global US$250 juta bersama HighPeak Energy telah diumumkan; pendanaan leasing penerbangan US$800 juta dengan SMBC Aviation Capital disebut segera ditandatangani; dan ekosistem kendaraan listrik bersama PT VKTR Teknologi Mobilitas masih dievaluasi.

Danantara menyebut sebelumnya sempat ada wacana menyalurkan Rp120 triliun ke APBN melalui PNBP, tetapi pemerintah dan Danantara memastikan wacana tersebut tidak direalisasikan. Seluruh angka kinerja, rencana proyek, dan pembagian dana di atas merupakan keterangan atau klaim pihak Danantara sebagaimana dilaporkan Bisnis.com, bukan hasil verifikasi independen dalam artikel ini.

Sumber: https://market.bisnis.com/read/20261026/192/2015836/bukan-ke-apbn-danantara-salurkan-keuntungan-bumn-rp200-triliun-untuk-investasi

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.