Berita Terkini
Obligasi Danantara US$1,5 Miliar Diklaim Dapat Permintaan Hampir Empat Kali Lipat
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 27 October 2026 Waktu baca 5 menit
PT Pertamina (Persero) sedang mengkaji teknologi penyimpanan dan distribusi gas berbasis Metal-Organic Frameworks (MOF). Kajian ini ditujukan untuk memperluas akses gas di wilayah yang belum terjangkau pipa dan menilai gas bumi sebagai alternatif LPG, termasuk untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Perusahaan belum menyatakan teknologi ini sudah diterapkan; keputusan lanjutan masih bergantung pada hasil studi.
Pertamina bekerja sama dengan Yachiyo Engineering Co., Ltd. dan Atomis Inc. untuk mengevaluasi CubiTan®, teknologi Atomis yang memakai material MOF berpori untuk mengadsorpsi molekul metana. Mekanisme tersebut berpotensi menyimpan metana pada tekanan lebih rendah dibanding sistem gas alam terkompresi konvensional. Kajian juga akan menilai kelayakan penyimpanan dan pengangkutan gas ke daerah dengan akses pipa terbatas serta potensi penggunaannya pada aplikasi yang kini memakai LPG.
PTH Wakil Direktur Utama Pertamina Mega Satria mengatakan kolaborasi teknologi menjadi bagian dari eksplorasi peluang bisnis, efisiensi operasional, dan penguatan ketahanan energi. Ia menekankan studi harus memiliki tujuan, tahapan, serta hasil yang terukur. Aspek keselamatan, kelayakan teknis dan ekonomi, kepatuhan regulasi, serta pengelolaan risiko menjadi bahan evaluasi sebelum keputusan dibuat.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyebut kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan memerlukan pilihan distribusi yang menyesuaikan geografi dan infrastruktur masing-masing wilayah. Menurutnya, perusahaan mengeksplorasi inovasi untuk memperluas akses masyarakat pada energi yang terjangkau dan memanfaatkan sumber daya domestik.
Kerja sama ini juga mencakup konsep Smart Gas Network dari Yachiyo Engineering dan Atomis. Konsep tersebut menggabungkan wadah penyimpanan dengan pemantauan jarak jauh untuk membantu perencanaan pengiriman dan pengelolaan pemakaian gas. Para pihak akan menilai kecocokannya dengan infrastruktur, kebutuhan pengguna, dan aturan di Indonesia. Potensi gas domestik, termasuk gas berbasis biomassa, dapat dievaluasi sesuai lingkup studi.
Pertamina menyatakan kerja sama masih berada pada tahap kajian. Jika memenuhi persyaratan teknis, keselamatan, regulasi, dan keekonomian, teknologi dapat menambah pilihan distribusi gas; penerapan lebih lanjut belum dipastikan. Perusahaan menyebut kolaborasi ini sebagai bagian strategi pertumbuhan ganda: memperkuat bisnis utama sekaligus menjajaki peluang rendah karbon.
Sumber: https://ekonomi.bisnis.com/read/20261027/44/2015901/pertamina-kaji-teknologi-mof-untuk-kurangi-ketergantungan-lpg-impor
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.