Berita Terkini
Obligasi Danantara US$1,5 Miliar Diklaim Dapat Permintaan Hampir Empat Kali Lipat
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 27 October 2026 Waktu baca 5 menit
PT Credit Bureau Indonesia (CBI) memperkenalkan empat layanan credit intelligence untuk membantu lembaga keuangan menilai kemampuan bayar, mengelola risiko, dan memperluas pembiayaan bagi calon debitur dengan dokumen pendapatan formal terbatas. Peluncuran dilakukan pada forum CBI Connect 2026 di Jakarta.
Isu ini menyentuh kelompok pekerja informal yang mungkin tidak memiliki bukti penghasilan konvensional. Data BPS 2026 yang dikutip Bisnis.com menunjukkan 59,42% pekerja Indonesia berada di sektor informal. Sementara itu, Survei Konsumen Bank Indonesia mencatat porsi pendapatan untuk cicilan atau utang mencapai 10% pada Agustus 2026. Kedua data tersebut menjadi konteks bagi lembaga keuangan dalam menilai pendapatan dan kewajiban calon peminjam.
Empat produk yang dikenalkan CBI memiliki fungsi berbeda. Income Predictor menggunakan gabungan data untuk memperkirakan pendapatan bulanan, terutama bagi calon peminjam tanpa dokumen penghasilan formal. Enhanced Bureau Alternative Score (EBAS) memadukan informasi biro kredit dan wawasan perilaku untuk membantu menilai peminjam dengan riwayat kredit terbatas atau thin-file.
Skip Tracing menyediakan informasi kontak dan keterjangkauan agar lembaga keuangan atau tim penagihan dapat menemukan dan menghubungi debitur. Adapun Agent Polar menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis serta membandingkan kinerja portofolio kredit dengan tren industri, termasuk melalui laporan dan notifikasi potensi risiko.
Bayu Husodo dari Otoritas Jasa Keuangan mengatakan informasi perkreditan yang terstandarisasi dapat membantu meningkatkan akurasi penilaian kelayakan, mengenali risiko lebih dini, serta memperluas pembiayaan bagi UMKM. OJK juga mengapresiasi pengembangan SME Bureau oleh CBI untuk membangun profil UMKM yang lebih terstandarisasi dan transparan.
Presiden Direktur CBI Anton K. Adiwibowo menyebut data yang lebih komprehensif diperlukan untuk mendukung keputusan kredit dan inklusi keuangan. CBI menyatakan solusi tersebut ditujukan untuk memperluas peluang akses bagi 137 juta calon debitur, terutama yang terkendala riwayat kredit atau dokumen pendapatan, serta mendukung lebih dari 2.000 lembaga jasa keuangan. Angka dan sasaran tersebut merupakan target yang disampaikan perusahaan.
Sumber: https://finansial.bisnis.com/read/20261027/90/2015919/pekerja-informal-sulit-akses-kredit-biro-kredit-kenalkan-data-alternatif
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.