Berita Terkini
Timur Tengah Memanas! NATO Bereaksi atas Rencana Blokade Hormuz oleh AS-Apa Dampaknya ke Dunia?
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 05 June 2025 Waktu baca 5 menit
Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) kembali menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global dan Amerika Serikat karena meningkatnya ketidakpastian yang ditimbulkan oleh kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
Dalam laporan terbarunya yang dirilis pekan ini, OECD menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi AS diproyeksikan hanya mencapai 1,6% pada tahun 2025 dan 1,5% pada 2026, turun tajam dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,2% yang diumumkan pada Maret lalu.
Penurunan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor utama, termasuk efek dari kebijakan tarif Trump, meningkatnya ketidakpastian terhadap arah kebijakan ekonomi, perlambatan laju imigrasi bersih, serta berkurangnya jumlah pegawai federal.
OECD juga menyesuaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,9% untuk tahun 2025 dan 2026, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yaitu 3,1% untuk 2025 dan 3,0% untuk 2026.
Dalam laporannya, lembaga yang berkantor pusat di Paris ini menyatakan bahwa perlambatan paling signifikan terjadi di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, sementara sebagian besar negara lain hanya mengalami penyesuaian minor.
“Prospek global kini semakin menantang,” tulis OECD dalam laporannya yang dikutip CNBC International pada Selasa, 3 Juni 2025.
OECD menambahkan bahwa, “Meningkatnya hambatan perdagangan, kondisi keuangan yang lebih ketat, menurunnya keyakinan konsumen dan pelaku bisnis, serta tingginya ketidakpastian kebijakan dapat memberikan dampak negatif yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi bila kondisi tersebut berlanjut.”
Proyeksi ini disusun dengan mengacu pada asumsi teknis bahwa tarif dagang yang berlaku hingga Mei 2025 akan tetap diberlakukan, meskipun masih berhadapan dengan proses hukum di dalam negeri Amerika Serikat.
Dalam beberapa minggu terakhir, kebijakan tarif dari pemerintahan Trump terus mengalami perubahan, menciptakan ketidakpastian di pasar global. Sebagai contoh, pengadilan perdagangan AS sempat membatalkan tarif berbasis negara yang diterapkan Trump, namun keputusan tersebut kemudian dibatalkan oleh pengadilan banding dan tarif kembali diberlakukan.
Di sisi lain, Trump juga mengumumkan rencana untuk menaikkan tarif impor baja menjadi 50%.
Dampak kebijakan tarif terhadap inflasi masih menjadi bahan perdebatan di kalangan analis dan pengambil kebijakan bank sentral di berbagai negara. OECD mencatat bahwa tarif yang lebih tinggi akan meningkatkan biaya perdagangan, yang pada akhirnya dapat mendorong inflasi naik, meskipun sebagian tekanan tersebut mungkin dapat diimbangi oleh turunnya harga komoditas global.
“Peningkatan biaya perdagangan, terutama di negara yang menerapkan tarif lebih tinggi, akan memberikan tekanan inflasi tambahan, walaupun sebagian bisa diredam oleh pelemahan harga komoditas,” jelas OECD.
Proyeksi Inflasi: AS Naik, Negara Lain Turun
OECD juga mengubah prediksi inflasi global, menyoroti adanya perbedaan tajam antara Amerika Serikat dan negara utama lainnya. Untuk negara-negara G20, inflasi diprediksi berada di angka 3,6% pada 2025, lebih rendah dari estimasi sebelumnya yang sebesar 3,8%.
Namun, di Amerika Serikat, inflasi justru diperkirakan meningkat menjadi 3,2%, dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,8%.
OECD lebih lanjut memperingatkan bahwa inflasi di AS dapat mendekati 4% pada akhir 2025 jika tekanan eksternal dan kebijakan tarif tidak segera dikendalikan.
Ketidakpastian tersebut bukan hanya bisa memperlambat laju ekonomi, tetapi juga mengancam kestabilan pasar keuangan, menghambat investasi sektor swasta, serta meruntuhkan kepercayaan konsumen. Kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan proteksionis Trump menjadi komponen penting dalam pandangan OECD terkait masa depan ekonomi global.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.