Edukasi
Fear & Greed Index Global Tertekan Geopolitik: Sinyal Ketakutan atau Peluang di Pasar?
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 28 October 2023 Waktu baca 5 menit
Sebuah fakta yang mengkhawatirkan adalah bahwa sebanyak 61,7% dari generasi muda saat ini dilaporkan tidak memiliki dana darurat yang memadai. Ini berarti hanya 38,3% dari mereka yang memiliki perlindungan keuangan dalam bentuk dana darurat. Hal ini menjadi sorotan dalam diskusi BluAcademy yang diadakan di Jakarta pada tanggal 17 Oktober 2023.
Gembong Suwito, CEO PT Jooara Rencana Keuangan dan sekaligus AWP Asesor Kompetensi LSP Pasar Modal, mengungkapkan bahwa kemudahan dalam sistem pembayaran seperti "buy now pay later" dan godaan dari iklan-iklan diskon di media sosial telah memberikan dampak besar pada perilaku boros anak muda. Sayangnya, hal ini terjadi tanpa diimbangi oleh kemampuan anak muda dalam mengelola aliran kas mereka dengan bijak, yang seharusnya termasuk dalam praktik investasi untuk masa depan.
Data yang mengungkapkan bahwa sebagian besar anak muda, khususnya yang berusia antara 18 hingga 34 tahun, mengaku telah memahami konsep dasar dalam manajemen keuangan (sekitar 61%), namun mayoritas dari mereka menghadapi kesulitan dalam mengaplikasikan praktik pengelolaan keuangan yang efektif. Hasil survei dari blu by BCA Digital yang dilakukan pada Agustus 2023 juga menunjukkan bahwa 34% dari responden masih bingung tentang bagaimana cara mengelola keuangan mereka secara efisien.
Gembong Suwito menyoroti pentingnya memiliki motivasi utama dalam mengelola keuangan, dengan prinsip SMART, yang mencakup (S)pesifik, (M)engukur, (A)khirnya dapat dicapai, (R)elefan, dan (T)epat waktu. Dalam menetapkan tujuan keuangan, ia menekankan pentingnya membuat tujuan yang spesifik dan terukur. Sebagai contoh, membeli rumah di lokasi tertentu dengan luas tanah tertentu dalam kurun waktu 2 hingga 5 tahun ke depan. Selanjutnya, upaya untuk mencapai tujuan tersebut haruslah terukur dengan menetapkan jumlah uang yang diperlukan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.
Dalam tahap ketiga, yaitu mencapai tujuan yang dapat dicapai, Gembong menekankan bahwa setiap individu harus mengubah tujuan keuangan menjadi rencana kerja atau action plan yang konkret dan terjangkau. Ini akan mencakup langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mencapai tujuan tersebut. Terakhir, untuk memastikan bahwa tujuan keuangan merupakan prioritas, penting untuk menanyakan pada diri sendiri seberapa penting tujuan itu dalam kehidupan pribadi, serta sejauh mana kita yakin bisa mencapainya.
Dalam prinsip SMART, yang terakhir adalah menentukan batas waktu, yakni berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan keuangan. Ini dapat berupa tujuan jangka pendek, menengah, atau jangka panjang, dengan batas waktu yang sesuai.
Dalam kesimpulan, penting bagi anak muda untuk memahami betapa krusialnya memiliki dana darurat dan mengelola keuangan dengan bijak. Dengan mengikuti prinsip SMART, mereka dapat lebih mudah merencanakan dan mencapai tujuan keuangan mereka, serta lebih siap menghadapi tantangan keuangan di masa depan.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.