Berita Terkini
Rudal Sejjil Iran Dijuluki 'Burung Ababil', Ini Kecanggihan Senjata Balistiknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 16 March 2026 Waktu baca 5 menit
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan yang menyatakan bahwa ekonomi Indonesia akan runtuh ketika harga minyak mengalami lonjakan. Menurut Purbaya, pandangan tersebut sering disampaikan oleh para analis melalui platform TikTok dan YouTube.
Purbaya mengkritik analisis tersebut karena dinilai tidak mempertimbangkan data secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman sebelumnya, perekonomian Indonesia tidak selalu mengalami kemerosotan ketika harga minyak melonjak tajam.
Dalam paparannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Purbaya menjelaskan bahwa kekhawatiran mengenai kenaikan harga minyak dunia sebenarnya telah beberapa kali muncul sebelumnya. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak merasa khawatir.
“Jadi kita nggak usah takut Pak. Jadi analis-analis yang di TikTok, di YouTube yang bilang kita hancur, itu sama sekali nggak pernah melihat data,” kata Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026).
Purbaya kemudian memperlihatkan data yang membandingkan pergerakan harga minyak Brent dengan kondisi perekonomian Indonesia. Ia mencontohkan periode 2007–2008 ketika harga minyak Brent melonjak sangat tinggi hingga melampaui US$220 per barel.
“Namun dengan kebijakan yang tepat, baik fiskal maupun moneter pada saat itu, kita masih mampu mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,6%. Artinya kita cukup cermat dalam mengendalikan kondisi tersebut,” ujar Purbaya.
Ia juga menyoroti periode kenaikan harga minyak berikutnya pada tahun 2011 ketika harga Brent berada pada kisaran US$110 hingga US$120 per barel. Menurutnya, pada masa tersebut berbagai indikator ekonomi domestik juga tetap menunjukkan tren yang positif.
Pengalaman serupa, lanjut Purbaya, kembali terjadi pada masa pandemi COVID-19. Setelah harga minyak kembali naik hingga melampaui US$100 per barel, kondisi perekonomian domestik tetap mampu bertahan bahkan menunjukkan perbaikan.
Karena itu, Purbaya menilai tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan terhadap fluktuasi harga minyak dunia selama kebijakan ekonomi diterapkan secara tepat.
“Artinya jika kita memiliki kebijakan yang tepat, baik dari sisi moneter maupun fiskal serta kebijakan yang Bapak ambil nanti, meskipun kondisi global dan harga minyak bergejolak, kita memiliki cara dan pengalaman untuk mengendalikan dampaknya terhadap perekonomian. Jadi kita tidak perlu takut Pak,” kata Purbaya.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.