Sri Mulyani Optimis! Ekonomi RI Tumbuh Pesat di Q1 2025, Ini 3 Faktornya

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 19 March 2025 Waktu baca 5 menit

PERTUMBUHAN EKONOMI - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu di Jakarta. Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pertumbuhan ekonomi di tahun 2024 didorong permintaan domestik terjaga dan permintaan global yang mulai pulih meskipun dihadapka

Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh Positif di Kuartal I 2025

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap yakin bahwa perekonomian Indonesia akan tumbuh positif pada kuartal I 2025. Ia mengungkapkan tiga faktor utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi tetap kuat dalam periode tersebut.

 

"Kami melihat ada tiga komponen penting, yaitu konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Ketiga sektor ini masih menunjukkan performa yang solid dan cukup baik," ujarnya dalam Konferensi Pers di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Selasa (18/3/2025).

 

Sri Mulyani berharap pertumbuhan ekonomi tetap terjaga hingga akhir tahun. "Kami akan terus memastikan bahwa momentum pertumbuhan ini berlanjut hingga akhir 2025," tambahnya.

 

Konsumsi Rumah Tangga Tetap Stabil Berkat Kebijakan Pemerintah

Ia mencontohkan bahwa konsumsi rumah tangga masih terjaga, salah satunya berkat kebijakan pemerintah dalam mengendalikan harga barang dan jasa yang berdampak langsung pada masyarakat.

 

Sebagai contoh, pemerintah telah memberikan diskon tarif listrik 50% selama dua bulan pertama 2025, serta menurunkan harga tiket pesawat menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H.

"Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dengan memastikan harga tetap stabil," jelasnya.

 

Ekspor dan Investasi Tetap Kuat, PMI Tunjukkan Tren Positif

Sri Mulyani juga menyoroti data Purchasing Managers Index (PMI) yang mencapai 53,6 pada Februari 2025, menandakan adanya ekspansi di sektor manufaktur. "Ini merupakan rebound dari kondisi kontraktif sebelumnya dan menunjukkan aktivitas ekonomi yang solid," tambahnya.

 

Selain itu, ekspor Indonesia terus menunjukkan kinerja positif, dengan neraca perdagangan mencatat surplus selama 58 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

 

Untuk sektor investasi, ia optimistis bahwa tren ekspansif pada PMI dan pertumbuhan kredit yang stabil akan mendorong investasi baru, terutama di sektor manufaktur dan pangan.

 

"Kami berharap dengan ekspansi sektor manufaktur dan pertumbuhan di bidang pangan, investasi-investasi baru akan terus bermunculan," pungkasnya.

Sumber: cnnindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.