Edukasi
Fear & Greed Index Global Tertekan Geopolitik: Sinyal Ketakutan atau Peluang di Pasar?
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 21 August 2023 Waktu baca 5 menit
Kekeringan yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama telah melanda Terusan Panama, menyebabkan sekitar 200 kapal terjebak dalam kondisi macet. Pemandangan yang mencengangkan dari ratusan kapal berukuran besar ini telah menjadi viral di berbagai platform media sosial selama dua hari terakhir.
Tidak dapat dihindari bahwa upaya konservasi air di sekitar terusan telah mengakibatkan penumpukan kapal, mengganggu salah satu jalur pelayaran yang sangat penting di dunia ini. Pihak berwenang di Terusan Panama sebenarnya telah memberikan peringatan kepada para pemilik kapal tentang pengurangan jumlah kapal yang diizinkan untuk menyeberang setiap harinya. Jika pada kondisi normal biasanya terdapat 36 kapal yang diizinkan, kini jumlahnya telah dikurangi menjadi 32 kapal per hari sebagai respons terhadap situasi kekeringan yang sedang terjadi.
"Dilaporkan oleh Wall Street Journal dan dikutip dari Marine Insight pada hari Senin (21/8), lebih dari 200 kapal berada di kedua sisi terusan, menunggu kesempatan untuk melanjutkan perjalanan mereka," demikian pernyataan laporan tersebut.
Mayoritas kapal yang mengantri adalah kapal kargo yang membawa muatan curah, terutama bahan bakar. Beberapa di antara kapal-kapal tersebut akhirnya memilih untuk mengubah jalur pelayaran mereka.
Penyebab utama kekeringan di Terusan Panama adalah keterlambatan dalam datangnya musim hujan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menyebabkan terusan ini membutuhkan tiga kali lipat jumlah air yang biasanya diperlukan oleh kota New York setiap harinya. Hampir seluruh suplai air di dalam terusan ini bergantung pada curah hujan untuk mengisi kembali ketinggian airnya.
"Jika hujan tidak cukup melimpah, proses transit kapal dihentikan, dan para pengusaha yang hendak menyeberang harus membayar premi yang besar. Hal ini tentu saja meningkatkan biaya transportasi bagi pemilik muatan seperti eksportir minyak dan gas dari Amerika serta importir dari Asia," demikian dijelaskan oleh laporan Wall Street Journal.
Ketika kemacetan semacam ini terjadi, barang-barang menjadi terlambat dalam mencapai tujuan akhirnya. Dampak dari situasi ini adalah kenaikan harga barang konsumsi.
Administrator Terusan Panama, Ricaurte Vasquez Morales, telah mengumumkan bahwa pembatasan ini bisa berlanjut hingga akhir tahun. Proyeksi pendapatan sebesar 200 juta dolar Amerika bisa hilang akibat situasi ini.
Pemerintah Panama telah berkomunikasi dengan U.S. Army Corp of Engineers, badan yang membangun terusan ini pada awal abad ke-20. Badan ini bertanggung jawab atas pembangunan jalur air baru yang mengalihkan arus dari empat sungai, selain tiga sungai lainnya.
Dorian LP, sebuah perusahaan yang mengoperasikan lebih dari 20 kapal pengangkut gas besar, juga terkena dampak dari situasi macet ini. Direktur Komersial Dorian LPG, Tim Hansen, menggambarkan bahwa kemacetan di Terusan Panama telah berlangsung selama beberapa hari. Namun, menurut Hansen, tidak ada gunanya bagi kapal-kapal tersebut untuk mencari jalur alternatif.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.