Edukasi
Dividen Saham: Memahami Yield, Cum Date, dan Risiko Memburu Tanggal
/index.php
Edukasi - Diposting pada 24 October 2026 Waktu baca 5 menit
Bank Indonesia pada RDG 20–21 Oktober 2026 mempertahankan BI-Rate di 5,75%, menahan Lending Facility di 6,50%, dan menaikkan Deposit Facility menjadi 5,00%. Keputusan ini menggabungkan upaya menjaga stabilitas rupiah dengan dukungan bagi aktivitas ekonomi. BI juga menargetkan inflasi 2,5±1% pada 2026 dan 2027 serta menjadwalkan penurunan GWM rata-rata bank umum konvensional dari 9% menjadi 7% bertahap mulai November dan Desember 2026.
Bagi rumah tangga, suku bunga acuan bukan angka yang otomatis menentukan bunga tabungan atau cicilan. Bank menyesuaikan harga dana dan kredit dengan kondisi likuiditas, risiko, serta persaingan. Peminjam dengan bunga mengambang sebaiknya memeriksa ketentuan kontrak dan ruang anggaran, sementara penabung membandingkan imbal hasil bersih, biaya, dan syarat pencairan.
Keputusan BI memberi sinyal bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi pertimbangan, sekaligus menjaga likuiditas agar kredit ke sektor riil dapat tumbuh. Dampaknya ke rupiah, bunga kredit, dan harga aset akan bergantung pada kondisi pasar berikutnya; keputusan ini bukan jaminan perubahan tertentu bagi setiap produk keuangan.
Sumber: Bank Indonesia, Siaran Pers 22 Oktober 2026 — https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2823326.aspx
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.