Bisnis | Ekonomi
Ekonomi RI Tetap di Atas 5%, Apa Dampaknya bagi Pekerjaan dan Keluarga?
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 23 October 2026 Waktu baca 5 menit
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pembahasan formula upah minimum provinsi (UMP) 2027 akan mengacu pada undang-undang ketenagakerjaan yang baru. Usulan kenaikan 7–9% yang disampaikan serikat pekerja merupakan salah satu masukan, bukan angka final yang sudah ditetapkan pemerintah.
Menurut laporan Bisnis.com pada 22 Oktober 2026, penetapan UMP melibatkan gubernur dengan masukan Dewan Pengupahan Daerah. Pembahasan juga mencakup kebutuhan hidup layak. Karena proses dan kondisi ekonomi berbeda antardaerah, satu angka nasional belum dapat dianggap berlaku bagi seluruh provinsi.
Pekerja dapat menunggu keputusan resmi pemerintah daerah dan membedakan tuntutan, usulan formula, serta keputusan final. Perusahaan, terutama usaha kecil, sebaiknya memantau pengumuman dan memperbarui perencanaan biaya setelah aturan ditetapkan, bukan menganggap persentase usulan sebagai kewajiban saat ini.
Perubahan upah perlu dibaca bersama inflasi, produktivitas, kebutuhan hidup, dan kondisi usaha setempat. Artikel ini tidak memprediksi besaran UMP tiap provinsi. Rujuk pengumuman gubernur serta peraturan resmi ketika keputusan sudah diterbitkan.
Sumber: Bisnis.com, 22 Oktober 2026.
Sumber: https://ekonomi.bisnis.com/read/20261022/12/2014674/menaker-sebut-formula-ump-2027-mengacu-uu-ketenagakerjaan-yang-baru
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.