Edukasi
Fear & Greed Index Global Tertekan Geopolitik: Sinyal Ketakutan atau Peluang di Pasar?
/index.php
Saham News - Diposting pada 28 July 2025 Waktu baca 5 menit
Prajogo Pangestu tetap menempati puncak daftar orang terkaya di Indonesia versi Forbes hingga akhir Juli 2025. Pendiri dan pemegang saham utama PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini memiliki kekayaan bersih US$ 33,3 miliar atau sekitar Rp 542,79 triliun (kurs Rp 16.300/US$). Itu turun sebesar US$ 300 juta dibanding akhir pekan sebelumnya, sementara pesaing terdekatnya, Low Tuck Kwong (Bayan Resources), mencatat kekayaan US$ 26,5 miliar.
Prajogo dikenal sebagai sosok sentral dalam industri petrokimia, energi, dan pertambangan. Melalui sejumlah perusahaan publik di BEI, ia membangun jaringan bisnis di berbagai sektor strategis.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) — dua perusahaan terkemuka di sektor petrokimia.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) — fokus pada energi terbarukan dan proyek panas bumi melalui Star Energy.
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) — bergerak di sektor pertambangan batu bara, emas, serta konstruksi.
PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) — agribisnis kelapa sawit.
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) — fokus infrastruktur dan logistik energi.
Dengan cakupan bisnis yang luas mulai dari energi fosil hingga hijau, serta infrastruktur logistik, berbagai kenaikan saham pada emiten-emiten seperti BRPT, CUAN, dan BREN telah menjadi pendorong utama lonjakan kekayaannya sepanjang setahun terakhir.
Lahir dengan nama Phang Djoem Phen di Bengkayang (Kalimantan Barat) pada 13 Mei 1944, Prajogo datang dari keluarga sederhana. Ia pernah bekerja sebagai sopir angkot sebelum merintis karier bersama taipan kayu Malaysia, Burhan Uray, pada 1970. Dari PT Plywood Nusantara, ia mendirikan Barito Pacific Timber yang kemudian menjadi Barito Pacific Tbk pada 2007 karena ekspansi ke energi dan petrokimia.
Pada 2007, Barito Pacific mengakuisisi 70% saham Chandra Asri, yang kemudian merger dengan Tri Polyta Indonesia menjadi entitas petrokimia terintegrasi nasional.
Tahun 2022, melalui Green Era di Singapura, ia memperkuat kendali atas Star Energy dengan mengakuisisi tambahan saham sehingga memiliki 100% kontrol atas operator panas bumi terbesar di Indonesia (~875 MW kapasitas).
Dua perusahaan baru miliknya, CUAN dan BREN, melantai di BEI pada 2023, memperkuat posisi Barito Group di sektor energi hijau dan konvensional.
Pada pertengahan Juli 2025, lonjakan saham terkait membawa dirinya masuk daftar Forbes Real‑Time Billionaires, menyalip beberapa tokoh global, dengan kekayaan naik menjadi US$ 32,3 miliar (~Rp 525 triliun).
Reli saham PTRO (+24,76%), CUAN (+17,19%), dan BREN (+19,67%) dipicu oleh pencabutan status MSCI exceptional treatment, membuka jalan bagi investor global masuk.
Sumber: kompas.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.