IHSG Naik di Sesi I, Asing Net Sell Rp677 Miliar: BBCA Teratas

Saham News - Diposting pada 30 September 2026 Waktu baca 5 menit

IHSG Naik di Sesi I, Asing Net Sell Rp677 Miliar: BBCA Teratas

Jakarta, 30 September 2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat pada akhir sesi pertama perdagangan Rabu. Meski demikian, pergerakan positif indeks belum mampu menghentikan aksi jual bersih investor asing di Bursa Efek Indonesia.

IHSG ditutup naik 9,19 poin atau 0,15% ke level 6.130,89. Sebaliknya, investor asing mencatat net foreign sell sebesar Rp677,40 miliar hingga jeda perdagangan siang.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas asing, dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp144,37 miliar. Di sisi lain, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) justru mencatat pembelian bersih asing terbesar.

Perbedaan arah IHSG dan transaksi investor asing tersebut menjadi salah satu hal yang menarik dari perdagangan sesi pertama.

 

IHSG Sempat Menyentuh 6.187

Pergerakan IHSG sepanjang sesi pertama berlangsung fluktuatif.

Indeks dibuka pada level 6.118,05, lalu menguat hingga menyentuh posisi tertinggi 6.187,05 pada awal perdagangan.

Namun, tekanan jual membuat IHSG berbalik melemah. Indeks sempat turun ke titik terendah 6.108,79 menjelang pukul 10.30 WIB.

Setelah itu, IHSG kembali bangkit ke zona hijau dan sempat bergerak di sekitar 6.150. Menjelang penutupan sesi pertama, penguatannya menyusut dan indeks bertahan di kisaran 6.130–6.140.

Berdasarkan data RTI yang dilaporkan media pasar, sebanyak 409 saham menguat, 236 saham melemah, dan 143 saham stagnan.

Nilai transaksi mencapai sekitar Rp6,35 triliun, dengan volume 19,57 miliar saham melalui kurang lebih 1,11 juta transaksi.

 

Investor Asing Masih Mencatat Net Sell

Di tengah pemulihan IHSG, transaksi investor asing secara keseluruhan tetap berada di zona negatif.

Menurut data Stockbit Sekuritas dalam laporan sesi pertama, nilai pembelian asing mencapai sekitar Rp2,02 triliun, sementara penjualannya sebesar Rp2,69 triliun.

Hasil akhirnya adalah net sell sekitar Rp677,40 miliar di seluruh pasar.

Net sell merupakan selisih antara nilai penjualan dan pembelian. Karena itu, angka tersebut tidak berarti seluruh transaksi asing merupakan penjualan.

Investor asing tetap membeli sejumlah saham, tetapi nilai pembeliannya lebih kecil daripada nilai penjualan secara keseluruhan.

 

BBCA Paling Banyak Dilepas Asing

BBCA menempati posisi pertama dalam daftar saham dengan penjualan bersih asing terbesar hingga akhir sesi I.

Net foreign sell pada saham BCA mencapai Rp144,37 miliar, dengan volume yang dilaporkan sebanyak 23,66 juta saham.

Posisi kedua ditempati PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), yang mencatat net sell Rp64,56 miliar.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berada di urutan ketiga dengan nilai Rp44,49 miliar.

Ketiganya merupakan saham berkapitalisasi besar yang aktif diperdagangkan. Namun, net sell asing yang tinggi tidak otomatis berarti seluruh pergerakan harga saham tersebut disebabkan oleh transaksi investor asing.

 

Daftar 10 Saham Paling Banyak Dijual Asing

Berikut daftar saham dengan net foreign sell terbesar hingga akhir sesi I, berdasarkan snapshot Stockbit yang digunakan dalam laporan ini.

Peringkat Saham Net foreign sell
1 BBCA Rp144,37 miliar
2 TLKM Rp64,56 miliar
3 BMRI Rp44,49 miliar
4 CUAN Rp37,33 miliar
5 PACK Rp32,90 miliar
6 BUMI Rp31,46 miliar
7 MDKA Rp28,87 miliar
8 BBNI Rp27,20 miliar
9 BNBR Rp22,70 miliar
10 DEWA Rp18,80 miliar

CUAN dan PACK berada di posisi keempat dan kelima. BUMI serta MDKA menyusul dengan nilai penjualan bersih asing masing-masing Rp31,46 miliar dan Rp28,87 miliar.

 

Daftar tersebut juga memperlihatkan bahwa tekanan jual tidak terbatas pada saham perbankan. Sejumlah saham yang berkaitan dengan energi, pertambangan, dan investasi ikut mencatat arus jual asing.

 

ANTM Justru Memimpin Pembelian Asing

Meski nilai jual bersih secara keseluruhan cukup besar, investor asing masih menambah posisi pada sejumlah emiten.

ANTM menjadi saham dengan pembelian bersih terbesar, yakni Rp47,94 miliar, dengan volume yang dilaporkan sebanyak 14,85 juta saham.

PT United Tractors Tbk (UNTR) menyusul di posisi kedua dengan net foreign buy Rp28,30 miliar.

Berikutnya terdapat PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp16,38 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp16,34 miliar, dan TEBE Rp15,63 miliar.

 

Daftar lengkapnya sebagai berikut.

Peringkat Saham Net foreign buy
1 ANTM Rp47,94 miliar
2 UNTR Rp28,30 miliar
3 BBRI Rp16,38 miliar
4 GOTO Rp16,34 miliar
5 TEBE Rp15,63 miliar
6 JARR Rp14,56 miliar
7 EMAS Rp10,95 miliar
8 SRSN Rp7,24 miliar
9 ULTJ Rp6,96 miliar
10 HRTA Rp5,39 miliar

Masuknya ANTM, UNTR, dan sejumlah saham lainnya ke daftar net buy memperlihatkan bahwa investor asing masih melakukan pembelian secara selektif.

Namun, pembelian bersih dalam satu sesi belum cukup untuk menunjukkan adanya tren akumulasi jangka panjang.

 

Kenapa IHSG Naik Saat Asing Menjual?

IHSG dapat menguat meskipun investor asing mencatat net sell.

Sebab, pergerakan indeks ditentukan oleh perubahan harga saham-saham penyusunnya, bukan hanya oleh transaksi asing.

Pembelian investor domestik dapat menyerap saham yang dijual asing. Penguatan beberapa saham dengan bobot besar juga dapat mengimbangi pelemahan saham lainnya.

Pada sesi pertama 30 September, jumlah saham yang menguat masih lebih banyak dibandingkan saham yang melemah. Mayoritas indeks sektoral juga bergerak positif.

Karena itu, IHSG yang menghijau dan foreign flow yang negatif merupakan dua kondisi yang dapat terjadi secara bersamaan.

 

Angka Sesi I Belum Menjadi Hasil Akhir

Ada hal penting yang perlu diperhatikan ketika membaca data perdagangan siang hari.

Seluruh angka dalam laporan ini mencerminkan kondisi hingga akhir sesi pertama, bukan penutupan perdagangan harian.

Nilai foreign net sell Rp677,40 miliar masih dapat bertambah atau berkurang pada sesi kedua. Posisi saham dalam daftar net buy dan net sell juga bisa berubah mengikuti transaksi berikutnya.

Data aliran dana asing akan lebih informatif jika dibandingkan selama beberapa hari dan dilengkapi dengan pergerakan harga, volume, serta fundamental masing-masing emiten.

 

Kesimpulan

IHSG berhasil menutup sesi pertama perdagangan 30 September 2026 dengan kenaikan 0,15% ke 6.130,89. Akan tetapi, investor asing masih membukukan net sell Rp677,40 miliar.

BBCA menjadi saham paling banyak dilepas dengan nilai Rp144,37 miliar, disusul TLKM Rp64,56 miliar dan BMRI Rp44,49 miliar.

Di sisi pembelian, ANTM menempati urutan pertama dengan net foreign buy Rp47,94 miliar, diikuti UNTR dan BBRI.

Perdagangan siang ini menunjukkan bahwa penguatan indeks tidak selalu disertai arus masuk dana asing. Di tengah net sell secara keseluruhan, investor asing tetap melakukan pembelian pada saham-saham tertentu.

 

 

 

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk informasi dan edukasi pasar modal, bukan rekomendasi personal untuk membeli, menjual, atau mempertahankan saham tertentu.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.