Saham News
Saham Bank Tertekan Aksi Jual Asing-Saatnya Waspada atau Justru Peluang?
/index.php
Crypto News - Diposting pada 03 June 2025 Waktu baca 5 menit
Pasar aset kripto menunjukkan tanda-tanda kuat memasuki fase altseason pada pertengahan tahun ini. Setelah dominasi Bitcoin sepanjang awal 2025, sorotan kini mulai bergeser ke altcoin, seiring menguatnya sejumlah indikator teknikal dan meningkatnya sentimen positif di kalangan investor.
Salah satu indikator teknikal yang memicu spekulasi adalah kemunculan kembali pola Altcoin Golden Cross, yaitu saat rata-rata pergerakan jangka pendek (short-term moving average) melintasi ke atas rata-rata jangka panjang (long-term moving average). Analis pasar kripto Pepesso mengungkapkan bahwa pola serupa pernah memicu reli altcoin hingga 5.000% pada tahun 2021, dan kini kembali terlihat dalam grafik performa altcoin.
Selain itu, data menunjukkan dominasi Bitcoin (BTCD) menurun dari 65% menjadi 63% dalam sepekan terakhir. Di sisi lain, kapitalisasi pasar kripto global meningkat dari US$2,90 triliun menjadi US$3,24 triliun. Perbedaan tren ini mengindikasikan adanya rotasi modal dari Bitcoin ke aset kripto alternatif.
Beberapa altcoin diprediksi akan menjadi sorotan utama selama bulan Juni. Menurut analis dari Altcoin Buzz dan Blockchainmedia.id, berikut empat altcoin dengan prospek pertumbuhan yang signifikan:
Toncoin (TON): Altcoin ini menjadi sponsor utama dalam ajang Non-Fungible Conference (NFC) keempat di Lisbon pada 4–6 Juni 2025. Pengumuman strategis dari proyek Toncoin diperkirakan akan memicu kenaikan harga signifikan.
Virtual Protocol (VIRTUAL): Proyek ini menawarkan platform launchpad untuk agen kecerdasan buatan (AI). Dalam 30 hari terakhir, token VIRTUAL mengalami kenaikan hingga 60%, dan secara tahunan mencatat lonjakan harga sebesar 2.000%.
Quant Network (QNT): Fokus pada interoperabilitas antara sistem blockchain dan lembaga keuangan tradisional, Quant Network dianggap sebagai penghubung utama antara dunia Web3 dan infrastruktur keuangan konvensional.
Near Protocol (NEAR): Mengusung teknologi sharding Nightshade dan integrasi AI, NEAR menjadi salah satu blockchain Layer-1 yang menjanjikan efisiensi tinggi tanpa mengorbankan skalabilitas dan kecepatan.
Meski sinyal altseason kian menguat, sejumlah analis memperingatkan risiko yang mungkin terjadi. Seorang analis on-chain memprediksi sebagian besar altcoin berpotensi mengalami depresiasi nilai hingga 99% pada 2026. Oleh karena itu, investor disarankan untuk mempertimbangkan aksi keluar dari pasar kripto paling lambat Agustus 2025 guna menghindari potensi koreksi besar.
Altseason 2025 menunjukkan tanda-tanda nyata dimulainya fase pertumbuhan altcoin, didukung oleh indikator teknikal dan perubahan arus modal investor. Namun demikian, volatilitas pasar kripto tetap tinggi. Investor diimbau untuk melakukan riset menyeluruh dan mengambil keputusan secara bijak demi meminimalkan risiko kerugian di masa mendatang.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.