Prediksi IHSG Jumat 17 April 2026: Arah Pasar & Rekomendasi Saham Potensi Cuan Hari Ini

Saham News - Diposting pada 17 April 2026 Waktu baca 5 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak mendatar atau sideways pada perdagangan Jumat (17/4/2026). Pada sesi Kamis (16/4/2026), IHSG ditutup melemah tipis sebesar 0,03% ke level 7.621,3. Setelah sempat dibuka menguat dan bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan, indeks akhirnya berakhir di zona negatif tipis.

 

Sentimen positif masih datang dari harapan adanya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi menghentikan konflik serta mendorong penurunan harga minyak mentah. Namun demikian, secara teknikal, posisi IHSG yang masih berada di area overbought memicu aksi ambil untung (profit taking), sehingga pergerakan indeks diperkirakan tetap terbatas dalam rentang 7.550 hingga 7.700, sebagaimana disampaikan oleh Phintraco Sekuritas.

 

Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis sebesar 0,02% ke level Rp17.136 per dolar AS, didukung oleh penguatan mata uang kawasan pada hari yang sama. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi domestik, instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik bagi investor karena menawarkan imbal hasil yang relatif tinggi.

 

Pelemahan rupiah mendorong Bank Indonesia melakukan intervensi, di mana SRBI dimanfaatkan sebagai instrumen untuk menyerap likuiditas rupiah sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar. BI juga meningkatkan frekuensi lelang SRBI dari satu kali menjadi dua kali dalam sepekan sejak Februari 2026, seiring dengan tren pelemahan rupiah yang berlanjut.

 

Di pasar global, indeks saham di bursa Eropa dibuka menguat mengikuti kenaikan yang terjadi di bursa Asia pada Kamis (16/4/2026). Para investor mencermati data produk domestik bruto (PDB) Inggris yang tumbuh 0,5% secara bulanan pada Februari 2026, meningkat dari 0,1% pada Januari 2026, yang menjadi pertumbuhan tertinggi sejak Januari 2024.

 

Sementara itu, inflasi di kawasan Euro meningkat menjadi 2,6% secara tahunan pada Maret 2026 dari sebelumnya 1,9% pada Februari 2026. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak Juli 2024, yang terutama dipicu oleh kenaikan harga energi.

 

Untuk perdagangan Jumat (17/4/2026), Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk trading, yaitu ICBP, INTP, MYOR, EMTK, dan NCKL.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.