Tiga Platform DeFi di Solana Tutup Usai Diretas Rp454 Miliar, Ekosistem Terpukul

Crypto News - Diposting pada 25 February 2026 Waktu baca 5 menit

Tiga platform yang beroperasi di atas jaringan Solana resmi menghentikan seluruh kegiatannya setelah insiden peretasan senilai US$27 juta atau sekitar Rp454 miliar pada akhir Januari 2026. Dana yang berhasil dicuri dinyatakan tidak dapat dipulihkan, sehingga perusahaan tidak memiliki kapasitas finansial untuk melanjutkan operasional bisnisnya.

 

Platform utama yang terdampak adalah Step Finance, yang dikenal sebagai dashboard portofolio sekaligus agregator DeFi di ekosistem Solana. Pada Senin (23/2/2026), Step Finance mengumumkan penghentian seluruh aktivitas usahanya. Penutupan ini juga mencakup dua entitas di bawah naungannya, yakni platform analitik NFT SolanaFloor serta protokol pinjaman dan yield Remora Markets.

 

Dalam pernyataan resmi, tim Step Finance menyampaikan bahwa mereka telah berupaya mencari berbagai solusi untuk menyelamatkan perusahaan, termasuk menjajaki pendanaan tambahan dan membuka peluang akuisisi. Namun, seluruh langkah tersebut tidak menghasilkan hasil yang memungkinkan perusahaan tetap beroperasi.

 

Mereka menyatakan bahwa setelah insiden peretasan di akhir Januari, semua opsi telah dieksplorasi, baik dari sisi pendanaan maupun potensi akuisisi, tetapi tidak ada solusi yang mampu menjamin kelangsungan usaha. Karena tidak ditemukan jalan keluar yang memadai, perusahaan akhirnya memutuskan menghentikan seluruh operasional secara efektif.

 

Kronologi Peretasan Step Finance

Peretasan terjadi pada 31 Januari 2026, ketika Step Finance mengungkap adanya pelanggaran keamanan pada sejumlah treasury wallet milik perusahaan.

 

Setelah kejadian tersebut, perusahaan bekerja sama dengan firma keamanan siber untuk melakukan penyelidikan. Berdasarkan laporan dari CertiK, sebanyak 261.854 SOL berhasil dicairkan (unstaked) dan dipindahkan dari dompet perusahaan. Pada saat kejadian, nilai aset tersebut diperkirakan mencapai US$27 juta atau sekitar Rp454 miliar.

 

Dampak dari insiden ini sangat signifikan. Token asli mereka, STEP, langsung merosot hingga 96% hanya dalam hitungan hari setelah peretasan. Setelah pengumuman penghentian operasional, harga STEP kembali terkoreksi 36% dan kini diperdagangkan di kisaran US$0,00058 berdasarkan data CoinMarketCap. Sebelumnya, pada Agustus 2021, token STEP sempat mencapai harga tertinggi sepanjang masa di US$10,20.

 

Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pengguna, tim Step Finance menyatakan sedang menyiapkan skema buyback bagi pemegang token STEP berdasarkan data kepemilikan sebelum insiden peretasan. Selain itu, pemegang rToken dari Remora Markets juga akan memperoleh mekanisme penebusan dana.

 

Penutupan tiga entitas sekaligus ini menjadi indikasi bahwa sektor DeFi di jaringan Solana tengah menghadapi tekanan berat. Data dari DeFiLlama menunjukkan bahwa Total Value Locked (TVL) dalam ekosistem DeFi Solana saat ini berada di kisaran US$6,3 miliar atau sekitar Rp106 triliun, turun sekitar 52% dibandingkan puncaknya pada September tahun lalu.

 

Sementara itu, harga token SOL juga masih berada dalam tren melemah. Saat ini SOL diperdagangkan di kisaran US$78, turun sekitar 1% dalam 24 jam terakhir. Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa di US$293 pada Januari 2025, harga SOL telah terkoreksi sekitar 74%.

Sumber: coinvestasi.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.