Saham News
Saham Bank Tertekan Aksi Jual Asing-Saatnya Waspada atau Justru Peluang?
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 15 November 2023 Waktu baca 5 menit
Banyak negara di seluruh dunia yang sedang berkembang memiliki utang yang signifikan kepada China. Bahkan, jumlah utang yang mereka miliki mencapai puluhan miliar dolar Amerika Serikat, setara dengan ratusan triliun rupiah.
Dilansir oleh CNN pada Jumat (10/11/2023), total utang negara-negara berkembang ini kepada China mencapai US$ 1,1 triliun atau sekitar Rp 17.248 triliun (kurs Rp 15.680/dolar AS). Data, yang dikutip oleh CNN, mencatat bahwa hampir 80% dari portofolio pinjaman yang diberikan oleh China terdistribusi di negara-negara berkembang. Selama bertahun-tahun, Beijing telah menyuntikkan dana untuk mendukung pembangunan infrastruktur di negara-negara miskin.
Dana tersebut digunakan untuk berbagai proyek, mulai dari pembangunan jalan raya, bandara, kereta api, hingga pembangkit listrik di berbagai wilayah, termasuk Amerika Latin dan Asia Tenggara. Situasi ini menunjukkan bahwa China secara aktif menargetkan negara-negara berkembang sebagai mitra peminjamannya.
Meskipun pinjaman ini telah terbukti memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara peminjam, di sisi lain, sekitar 55% dari utang tersebut akan jatuh tempo. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat ketidakstabilan iklim keuangan global saat ini.
Menurut data Bank Dunia yang dianalisis oleh Statista, negara-negara dengan utang terbesar kepada China sebagian besar terletak di Afrika, tetapi juga mencakup Asia Tengah, Asia Tenggara, dan Asia Pasifik. Berikut adalah daftar 5 negara dengan jumlah utang terbesar kepada China:
Pakistan
Hingga akhir 2021, dari 98 negara yang data-nya tersedia, Pakistan menjadi negara dengan jumlah utang terbesar kepada China. Dalam analisis Statista, total utang Pakistan mencapai US$ 27,4 miliar atau setara dengan Rp 382,59 triliun.
Angola
Satu peringkat di bawah Pakistan, terdapat negara Afrika Pusat, Angola. Negara ini diperkirakan memiliki utang kepada China sebesar US$ 22,0 miliar atau setara dengan Rp 344,96 triliun, sekitar 35% dari pendapatan per kapita mereka. Angola menjadi negara dengan beban utang terberat kedua terhadap China, setelah Djibouti yang memiliki utang mencapai 42% dari pendapatan per kapita mereka.
Ethiopia
Negara lain dengan utang terbesar kepada China yang juga berada di Afrika adalah Ethiopia. Negara ini diperkirakan memiliki utang sebesar US$ 7,4 miliar atau setara dengan Rp 116,03 triliun.
Kenya
Negara dengan utang terbesar kepada China keempat ditempati oleh Kenya. Negara ini juga diperkirakan berutang hingga US$ 7,4 miliar atau setara dengan Rp 116,03 triliun kepada Negeri Tirai Bambu.
Sri Lanka
Negara lain yang memiliki utang terbesar kepada China adalah Sri Lanka, dengan total mencapai US$ 7,2 miliar atau sekitar Rp 112,89 triliun. Walaupun demikian, Sri Lanka menjadi salah satu debitur terbesar China yang pada tahun 2022 menjadi negara Asia pertama dalam dua dekade yang gagal membayar utangnya.
Sumber: finance.detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.