Bocoran Kisi-kisi Pidato Perdana Prabowo di Sidang Tahunan MPR 2025, Apa Isinya?

Berita Terkini - Diposting pada 15 August 2025 Waktu baca 5 menit

Ketua DPR Puan Maharani (kedua dari kiri) tampil anggun dengan batik tulis Pekalongan dan kebaya hijau lime saat menyambut Presiden Prabowo dan Wapres Gibran di Sidang Tahunan MPR, Jumat 15 Agustus 2025. (YouTube/TVR Parlemen)

Presiden terpilih Prabowo Subianto diperkirakan akan menekankan pentingnya program bantuan pangan, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes), dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR 2025, Selasa (16/8).

 

Anggota DPR RI, Habiburokhman, mengungkapkan bahwa kedua program tersebut telah mendapatkan sambutan positif dari masyarakat di berbagai daerah, termasuk di daerah pemilihannya di Jakarta Timur.

 

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Lokasi-lokasi dapur untuk program ini di Jakarta Timur sudah terisi penuh. Saya optimis dalam waktu dekat akan memenuhi bahkan melampaui kuota,” ujar Habiburokhman kepada wartawan pada Jumat (15/8/2025).

 

Ia menambahkan, momentum peringatan Hari Kemerdekaan merupakan saat yang tepat untuk mendorong percepatan pelaksanaan program tersebut. “Kita minta doa agar semua program berjalan semakin lancar,” katanya.

 

Pidato Prabowo di Sidang Tahunan MPR 2025 diyakini akan menjadi sinyal awal terkait arah kebijakan pemerintahan barunya, terutama dalam pelaksanaan program-program prioritas yang pernah dijanjikan selama masa kampanye.

 

Untuk pertama kalinya, Presiden Prabowo Subianto juga akan menyampaikan pidato Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dalam sidang paripurna DPR RI pada Jumat (15/8/2025).

 

Sidang tahunan ini dipandang sebagai momen penting, bukan hanya untuk mengetahui arah kebijakan fiskal tahun depan, tetapi juga untuk melihat tanda awal gaya kepemimpinan fiskal Presiden ke-8 RI pada tahun pertamanya memimpin negara.

 

Secara tradisional, pidato Nota Keuangan memuat paparan tentang asumsi dasar makroekonomi, target penerimaan dan belanja negara, termasuk proyeksi defisit anggaran, rencana pembiayaan, serta prioritas pembangunan nasional.

 

Program unggulan pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa, Swasembada Pangan, Danantara, dan lainnya, juga menjadi bagian yang akan disoroti.

 

Selain itu, Presiden biasanya mengaitkan arah kebijakan fiskal dengan kondisi ekonomi global, tantangan domestik, serta strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sumber: bloombergtechnoz.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.