Crypto News
Terungkap! Siapa Pemilik Bitcoin Terbesar 2026? Ini Daftar & Fakta Mengejutkannya
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 11 March 2026 Waktu baca 5 menit
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa tidak akan ada lagi perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Dalam wawancara bersama PBS News pada Senin (9/3), Araghchi menyatakan bahwa pengalaman pahit Iran yang dua kali merasa dikhianati oleh Amerika Serikat sudah cukup menjadi alasan untuk menghentikan pembicaraan dengan Washington.
“Anda tahu, kami memiliki pengalaman yang sangat pahit dalam berdialog dengan Amerika,” ujar Araghchi, sebagaimana dikutip oleh Anadolu Agency.
“Karena itu, saya rasa berbicara kembali dengan pihak Amerika tidak lagi termasuk dalam agenda kami.”
Pernyataan Araghchi tersebut merujuk pada perang selama 12 hari antara Iran dan Israel yang terjadi pada Juni 2025, ketika pada saat itu Teheran sedang menjalani proses negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat. Setelah konflik tersebut pecah, Amerika Serikat justru ikut bergabung dengan Israel dalam menyerang Iran serta menghancurkan sejumlah fasilitas nuklir milik Teheran.
Sebelum konflik terbaru meletus, Iran dan Amerika Serikat juga tengah menjalani putaran ketiga perundingan yang menurut Oman, sebagai mediator, berlangsung secara konstruktif. Namun kembali terjadi serangan dari Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, yang bahkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Pada Senin (9/3), Iran kemudian menunjuk pemimpin tertinggi yang baru, yaitu Mojtaba Khamenei, yang merupakan putra dari almarhum Khamenei.
Ketika ditanya apakah Mojtaba bersedia membuka peluang negosiasi ataupun gencatan senjata, Araghchi menolak memberikan komentar. Menurutnya, masih terlalu awal bagi Mojtaba untuk menyampaikan pernyataan apa pun.
Namun Araghchi meyakini satu hal, yaitu bahwa Mojtaba tidak memiliki niat untuk berbicara dengan Amerika Serikat, terutama setelah kejadian yang baru saja dialaminya. Selain Khamenei, ibu, istri, anak, serta saudari Mojtaba juga tewas dalam serangan keras yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Araghchi juga ditanya mengenai penutupan Selat Hormuz yang menyebabkan harga minyak dunia melonjak tajam. Menanggapi hal tersebut, ia berpendapat bahwa krisis energi yang terjadi justru disebabkan oleh tindakan Amerika Serikat dan Israel.
“[Gangguan pada produksi dan distribusi minyak] terjadi akibat serangan dan agresi yang dilakukan oleh Israel dan Amerika terhadap kami,” ujar Araghchi.
Ia juga menyatakan bahwa serangan dari kedua negara tersebut telah membuat kawasan Timur Tengah secara keseluruhan menjadi tidak aman.
“Inilah alasan mengapa kapal tanker dan berbagai kapal lainnya merasa takut untuk melintasi Selat Hormuz,” ujarnya, sambil menegaskan bahwa Iran tidak menutup jalur pelayaran penting tersebut.
Araghchi juga menjelaskan bahwa sejak awal Iran telah memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Teheran akan dibalas dengan menargetkan aset milik musuh di kawasan tersebut. Ia menekankan bahwa langkah yang diambil Iran saat ini sepenuhnya merupakan tindakan pembelaan diri.
“Kami sedang menghadapi sebuah tindakan agresi yang jelas-jelas ilegal, dan apa yang kami lakukan adalah bentuk pertahanan diri yang sah dan legal,” tegasnya.
Ia juga menyatakan bahwa Iran telah memperingatkan seluruh pihak di kawasan bahwa jika Amerika Serikat menyerang Iran, sementara Iran tidak dapat menjangkau wilayah Amerika, maka Iran akan menyerang pangkalan militer Amerika di kawasan tersebut.
Ia kemudian menambahkan, “Akibatnya, perang dapat meluas ke seluruh kawasan. Kami tidak bertanggung jawab atas hal tersebut.”
Sumber: cnnindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.