Saham News
Saham Bank Tertekan Aksi Jual Asing-Saatnya Waspada atau Justru Peluang?
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 23 February 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Para pedagang pasar tradisional menyebut kenaikan harga beras belakangan ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kenaikan harga beras ini jauh melampaui harga eceran maksimum (HET) yang ditetapkan pemerintah hingga mencapai rekor baru hingga Rp 18.000 per kg.
Reynaldi Sarijowan, Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), mengatakan sulitnya mendapatkan beras kualitas medium dan tinggi. Meski begitu, harga beras premium di pasaran adalah Rp 18.500 per kilogram (kg). "Iya (harga beras kualitas tinggi Rp 18.500 per kg, harga tertinggi di masa pemerintahan Jokowi)" Harap berhati-hati karena jika pasokan beras di pasar tradisional tidak melimpah, pasti akan mengganggu distribusi pangan masyarakat di pasar, katanya.
Raynaldi bercanda, bansos sebesar 10 kg beras itu diberikan sebelum Pilpres 2024, sebelum terjadi kelangkaan di pasar. Dia mengatakan, dinamika politik menyebabkan tarik-menarik antara penyaluran bansos dengan stok beras di pasar. Akhirnya, harga melonjak dan persediaan menjadi langka.
Tentu saja para menteri yang terlibat dalam persoalan ini, seperti Menteri Perdagangan (Zulkifli Hasan) dan Menteri BUMN (Eric Tohir), memang ‘terbuka’ mendukung pasangan calon tertentu.” “Tapi nasib petani kecil dan pedagang kecil kita tidak diperhitungkan,” kritik Reynaldi.
“Harga beras yang tinggi merupakan bukti bahwa pemerintah tidak serius terhadap harga beras. Jelas kita perlu memperbaiki dan melakukan perubahan pada sistem tata niaga pangan kita untuk memastikan situasi ini tidak berlanjut,” tambahnya Informasi Referensi: Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023, per Maret 2023, HET beras sebesar Rp 10.900 per kg untuk ukuran sedang dan Rp 13.900 per kg untuk beras premium di Zona 1 meliputi Pulau Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, Dan Sulawesi.
Sedangkan HET beras di Zona 2 meliputi Sumatera, NTT, dan Kalimantan kecuali Lampung dan Sumsel sebesar Rp 11.500 per kg dan Rp 14.400 per kg untuk beras Amerika Tengah dan premium. Di Zona 3 yang meliputi Maluku dan Papua, HET untuk Amerika Tengah sebesar Rp 11.800 per kg dan Rp 14.800 per kg untuk beras premium.
Berdasarkan Pusat Informasi Strategi Harga Pangan Nasional (PIHPS), harga beras kualitas medium pada Jumat (23/2) berkisar Rp15.500 hingga Rp15.650 per kg. Saat ini harga beras kualitas terbaik berkisar Rp 16.500 hingga Rp 17.000 per kg. Namun di pasaran, harga beras premium bisa mencapai Rp 18.000 per kg. Harga saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan HET.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnnindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.