Perjalanan Dramatis Indonesia Jadi Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026

Berita Terkini - Diposting pada 06 October 2026 Waktu baca 5 menit

Pesepak bola Timnas Indonesia mengangkat piala seusai pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). Timnas Indonesia berhasil menjadi juara perdana FIFA Asean Cup 2026 setelah menundukkan T

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Drama 9 Gol hingga Adu Penalti

Timnas Indonesia mencatat sejarah baru.

Skuad Garuda keluar sebagai juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati perjalanan yang penuh tekanan, mulai dari bermain dengan 10 orang, mengejar produktivitas gol di detik-detik terakhir fase grup, hingga bangkit dua kali dalam final melawan Thailand.

Puncaknya terjadi di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 5 Oktober 2026.

Indonesia mengalahkan Thailand 4-2 lewat adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga 120 menit.

Gelar tersebut membuat Indonesia menutup turnamen tanpa kekalahan.

 

Awal Meyakinkan Lawan Singapura

Perjalanan Indonesia dimulai pada 25 September 2026 dengan menghadapi Singapura di Stadion Gelora Bung Karno.

Garuda langsung mendapatkan awal yang positif.

Ragnar Oratmangoen membuka skor pada menit ke-13 setelah menyelesaikan umpan Luke Vickery.

Indonesia kemudian mendapatkan penalti setelah insiden handball menyusul kartu merah Safuwan Baharudin. Ole Romeny menjalankan tugasnya pada menit ke-74 dan memastikan kemenangan 2-0.

Tiga poin tersebut menempatkan Indonesia bersama Malaysia di papan atas Grup A.

Namun laga berikutnya memberikan ujian yang jauh lebih berat.

 

Thom Haye Dikartu Merah, Indonesia Tahan Malaysia

Indonesia menghadapi Malaysia pada 28 September.

Derby Nusantara tersebut berlangsung ketat sejak awal.

Situasinya berubah pada menit ke-37 ketika Thom Haye mendapat kartu merah langsung setelah VAR meninjau pelanggarannya terhadap Arif Aiman.

Indonesia harus menjalani sebagian besar pertandingan dengan sepuluh pemain.

Malaysia memperoleh sejumlah peluang, tetapi pertahanan Garuda bertahan.

Maarten Paes melakukan penyelamatan penting, sementara Justin Hubner membuat sapuan di garis gawang pada fase akhir pertandingan.

Skor tetap 0-0 hingga peluit akhir.

Hasil tersebut membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin menjelang pertandingan terakhir fase grup.

 

Satu Pertandingan yang Mengubah Segalanya

Pada 1 Oktober, Indonesia menghadapi Bangladesh.

Di Bandung, Malaysia secara bersamaan menghadapi Singapura.

Indonesia membutuhkan kemenangan besar karena Malaysia memasuki pertandingan terakhir dengan posisi lebih baik berdasarkan selisih dan produktivitas gol.

Garuda merespons dengan luar biasa.

Mitchell Baker mencetak dua gol cepat pada menit ke-11 dan 20.

Rizky Ridho menambah gol ketiga pada menit ke-32, sebelum Shahriar Emon memperkecil skor untuk Bangladesh.

Baker kemudian melengkapi hat-trick pada menit ke-37 dan mencetak gol keempat pada menit ke-42.

Justin Hubner membuat Indonesia menutup babak pertama dengan keunggulan 6-1 lewat gol pada menit 45+1.

Saat itu, tiket final terlihat berada dalam genggaman.

Ternyata dramanya baru dimulai.

 

Malaysia Menang 6-0, Indonesia Butuh Dua Gol Lagi

Pada babak kedua, Indonesia kesulitan menambah gol.

Sebaliknya, Malaysia terus mencetak gol ke gawang Singapura dan akhirnya menang 6-0.

Luke Vickery kemudian mencetak gol ketujuh Indonesia pada menit ke-90.

Namun Bangladesh langsung membalas melalui Farhaan Ali Wahid pada menit 90+1.

Skor menjadi 7-2.

Dengan Malaysia menang 6-0, kedua tim sama-sama memiliki tujuh poin dan selisih gol +9.

Masalahnya, Malaysia sementara unggul dalam jumlah gol yang dicetak.

Indonesia membutuhkan dua gol lagi pada masa tambahan waktu untuk mengambil posisi pertama Grup A.

 

Dua Gol di Injury Time Bawa Garuda ke Final

Tekanan berubah menjadi salah satu momen paling dramatis dalam turnamen.

Kevin Diks mencetak gol pada menit 90+6.

Satu menit kemudian, Mitchell Baker mencetak gol kelimanya dalam pertandingan.

Indonesia menang 9-2.

Baker mengakhiri malam tersebut dengan lima gol: menit 11, 20, 37, 42, dan 90+7.

Indonesia dan Malaysia sama-sama menutup fase grup dengan tujuh poin dan selisih gol +9.

Namun Indonesia unggul lewat jumlah gol yang dicetak sehingga berhak melaju ke final.

Garuda juga menjadi tim dengan produktivitas gol tertinggi pada fase grup.

 

Thailand Menanti di Final

Thailand keluar sebagai juara Grup B dan menjadi lawan Indonesia pada final 5 Oktober di GBK.

Thailand sempat kalah 1-2 dari Filipina pada laga terakhir grup, tetapi posisi mereka di puncak Grup B sudah aman.

Final mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola Asia Tenggara.

Indonesia memasuki laga dengan momentum dramatis dari fase grup.

Thailand membawa pengalaman panjang dalam kompetisi regional.

Pertandingan berlangsung ketat selama lebih dari satu jam.

Indonesia lebih berani menguasai bola, sementara Thailand menunggu kesempatan melalui serangan transisi.

 

Kartu Merah Thailand Mengubah Pertandingan

Drama baru benar-benar dimulai menjelang akhir waktu normal.

Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua dan membuat Thailand harus bermain dengan sepuluh orang.

Dari tendangan bebas berikutnya, Dean James mengirim bola yang berbelok setelah mengenai Iklas Sanron dan masuk ke gawang.

FIFA mencatat gol tersebut untuk Dean James pada menit ke-84.

Indonesia unggul 1-0.

Keunggulan itu hanya bertahan sekitar tiga menit.

Iklas Sanron kemudian menebus keterlibatannya pada gol Indonesia dengan melepaskan tendangan voli untuk menyamakan skor pada menit ke-87.

Final harus berlanjut ke babak tambahan.

 

Thailand Berbalik Unggul

Bermain dengan sepuluh pemain tidak membuat Thailand menyerah.

Pada menit ke-111, Anan Yodsangwal merebut bola dari Elkan Baggott dan memberikan umpan kepada Peeradol Chamrasamee.

Peeradol menyelesaikan peluang tersebut melewati Emil Audero.

Thailand berbalik unggul 2-1.

Indonesia berada enam menit dari kekalahan.

Namun Baggott kemudian membayar kesalahannya.

 

Elkan Baggott Selamatkan Indonesia

Pada menit ke-116, Elkan Baggott mendapat kesempatan di area pertahanan Thailand.

Bek yang lahir di Bangkok tersebut melepaskan tembakan yang membentur bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang.

Skor kembali imbang 2-2.

Tidak ada gol tambahan.

Setelah 120 menit pertandingan yang penuh perubahan momentum, juara perdana FIFA ASEAN Cup harus ditentukan melalui adu penalti.

 

Emil Audero Jadi Penentu

Indonesia tampil lebih tenang dalam adu penalti.

Kapten Thailand, Sarach Yooyen, gagal mengeksekusi penalti ketiga timnya.

Kesempatan Garuda semakin besar.

Kemudian Emil Audero menjadi penentu.

Kiper Indonesia menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya dan memastikan kemenangan 4-2 dalam adu penalti.

Indonesia resmi menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup.

 

Mengakhiri Penantian Panjang atas Thailand

Kemenangan tersebut memiliki makna tambahan.

Menurut FIFA, Indonesia memasuki final dengan catatan delapan pertandingan tanpa kemenangan atas Thailand dalam rentang sekitar sepuluh tahun.

Final 2026 menjadi momen ketika rangkaian tersebut akhirnya terputus.

Bukan dalam pertandingan biasa, melainkan di laga penentuan gelar.

Indonesia juga menutup turnamen tanpa kekalahan: menang atas Singapura, seri melawan Malaysia, menang besar atas Bangladesh, dan kemudian menyingkirkan Thailand lewat penalti.

 

Rekap Perjalanan Indonesia

Tahap Pertandingan Hasil
Grup A Indonesia vs Singapura 2-0
Grup A Indonesia vs Malaysia 0-0
Grup A Indonesia vs Bangladesh 9-2
Final Indonesia vs Thailand 2-2, menang 4-2 penalti

Indonesia mengumpulkan tujuh poin di fase grup dengan dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Garuda lolos sebagai juara grup karena unggul produktivitas gol atas Malaysia.

 

Gelar Bersejarah di Edisi Perdana

FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan edisi perdana turnamen tersebut.

Kompetisi berlangsung dari 24 September hingga 5 Oktober dengan melibatkan 14 tim, terdiri atas 11 negara ASEAN dan tiga tim tamu.

Divisi 1 dimainkan di Indonesia, sementara kompetisi juga memiliki FIFA ASEAN Challenge Cup yang digelar di Hong Kong, China.

Indonesia akhirnya tercatat sebagai juara pertama FIFA ASEAN Cup.

FIFA menyebut pencapaian tersebut sebagai tonggak bersejarah bagi tim nasional Indonesia di level senior.

 

Kesimpulan

Perjalanan Indonesia menuju gelar FIFA ASEAN Cup 2026 bukan perjalanan yang lurus.

Garuda memulai dengan kemenangan 2-0 atas Singapura.

Kemudian Indonesia harus bertahan dengan sepuluh pemain untuk menahan Malaysia 0-0.

Pada laga terakhir fase grup, Garuda membutuhkan dua gol pada injury time dan berhasil menang 9-2 atas Bangladesh untuk mengungguli Malaysia lewat produktivitas gol.

Drama berlanjut di final.

Indonesia unggul, disamakan, kemudian tertinggal pada babak tambahan sebelum Elkan Baggott menyelamatkan tim pada menit ke-116.

Emil Audero akhirnya menjadi salah satu pahlawan dalam adu penalti.

Dari fase grup hingga final, Indonesia menunjukkan kemampuan bertahan ketika tertekan sekaligus bangkit ketika situasi hampir lepas dari kendali.

Hasil akhirnya: Indonesia 2-2 Thailand, Indonesia menang 4-2 lewat adu penalti dan menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026.

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.