Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 12 November 2023 Waktu baca 5 menit
LRT Jabodebek, yang semula diharapkan menjadi solusi inovatif untuk mengatasi kemacetan, kini tengah menghadapi sejumlah masalah.
Dari permasalahan teknis seperti keausan roda hingga atap stasiun yang bocor karena hujan deras, berikut Okezone Sabtu (11/11/2023) merangkum fakta-fakta terkini yang menjelaskan situasi LRT Jabodebek:
Jumlah Trainset Berkurang
Jumlah trainset yang beroperasi mengalami penurunan signifikan, hanya sembilan dari total 31 yang seharusnya beroperasi. Hal ini menyebabkan jarak kedatangan kereta (headway) menjadi satu jam, meningkatkan kekesalan dan ketidaknyamanan pengguna layanan LRT Jabodebek.
Manajer Public Relations LRT Jabodebek, Kuswardoyo, menegaskan bahwa keausan roda pada 18 trainset menjadi penyebab utama permasalahan ini. "Kondisi roda pada 18 trainset mengalami keausan sehingga perlu melakukan perawatan pembubaran roda. Sejauh ini, kami hanya dapat menjalankan sembilan trainset, sedangkan 22 lainnya mengalami berbagai kendala perbaikan," ujar Kuswardoyo.
Kelayakan Operasional Dipertanyakan
Ketua Bidang Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Aditya Dwi Laksana, secara tegas mempertanyakan kelayakan operasional LRT Jabodebek. Dia menyatakan bahwa masalah keausan roda seharusnya dapat teridentifikasi sebelum fase operasional komersial. "Ini seharusnya tidak terjadi. Evaluasi seharusnya dilakukan dengan lebih cermat sebelum LRT dijalankan secara penuh. Keterbatasan armada dan frekuensi perjalanan yang menurun tidak seharusnya menjadi kendala," ungkap Aditya.
Masyarakat Merasa Dirugikan
Dampak dari keausan roda dan kendala teknis lainnya membuat sejumlah masyarakat merasa dirugikan, terutama terkait keterlambatan penggunaan LRT Jabodebek. Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, menilai bahwa masalah utama bukan semata-mata pada manajemen, melainkan pada kurangnya investasi dalam prasarana pendukung. "Masalah ini adalah tugas PT INKA untuk meningkatkan kualitas prasarana pendukungnya," komentar Djoko Setijowarno.
Tuntutan Penurunan Harga Tiket
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Risal Wasal, mengungkapkan bahwa evaluasi sedang dilakukan dan menjadi dasar untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan. "Kami memahami kekhawatiran masyarakat, namun penurunan tarif harus didasarkan pada evaluasi menyeluruh yang sedang kami lakukan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan LRT Jabodebek," tegas Risal.
Masyarakat yang merasa terganggu dengan pelayanan LRT Jabodebek mengajukan tuntutan penurunan tarif menjadi Rp5.000 untuk semua relasi. Namun, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menolak permintaan tersebut.
Bantuan dari LRT Jakarta
PT LRT Jakarta turun tangan dengan memberikan bantuan untuk mengatasi masalah keausan roda LRT Jabodebek. Bantuan ini mencakup penyediaan mesin bubut roda, sebagai respons terhadap permintaan Kementerian Perhubungan. "Kami menyadari pentingnya mendukung satu sama lain dalam industri ini. Dengan memberikan bantuan teknis, kami berharap dapat membantu LRT Jabodebek mengatasi kendala operasionalnya," ujar perwakilan PT LRT Jakarta.
Mati Listrik Lagi
Kemudian terjadi insiden gangguan teknis kembali ketika LRT Jabodebek mengalami mati listrik, menyebabkan terhentinya perjalanan selama 20 menit. Manajer Public Relations LRT Jabodebek, Kuswardoyo, menjelaskan bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh putusnya arus listrik ke kereta. "Pagi tadi, terjadi gangguan akibat putusnya arus listrik ke kereta. Ini merupakan tantangan teknis yang sedang kami hadapi, dan kami bekerja keras untuk memastikan kestabilan layanan," ungkap Kuswardoyo.
Drama Atap Bocor
Masalah tak terduga datang saat atap bangunan penghubung stasiun Cawang LRT Jabodebek bocor akibat hujan deras pada Sabtu malam, 4 November 2023. Informasi yang beredar menunjukkan bahwa air hujan langsung turun ke lantai bangunan, menciptakan genangan air di area stasiun. "Atap yang jebol ini menghubungkan stasiun dengan Gedung BNN, halte TJ, dan perkantoran BUMN Karya di seberang tol. Kami menyadari dampaknya terhadap penumpang dan sedang melakukan investigasi untuk memastikan keamanan setiap area stasiun," jelas Kuswardoyo.
Sumber: okezone.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.