Saham News
Saham Bank Tertekan Aksi Jual Asing-Saatnya Waspada atau Justru Peluang?
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 21 February 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Penambangan mineral dalam skala besar diyakini dapat mengurangi pendapatan petani dan nelayan. Perluasan tambang diperkirakan akan menyebabkan kerusakan lingkungan dan menghancurkan lapangan kerja.
Berdasarkan laporan terbaru Pusat Kajian Hukum Ekonomi (Serios), beroperasinya smelter nikel di tiga provinsi utama yang memiliki operasional peleburan nikel, yakni Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara akan mengakibatkan hilangnya pendapatan petani. Ada kemungkinan koneksi.
Nelayan akan menghasilkan US$234,84 juta atau Rp3,64 triliun selama 15 tahun ke depan. Direktur Utama Serios Bhima Yudhisthira Adinegara mengatakan, masyarakat yang beralih ke pengolahan nikel tidak sebanding dengan pekerjaan mereka sebelumnya.
Hilirnya meningkat, namun pendapatan nelayan dan masyarakat yang bekerja di bidang pertanian dan kehutanan mengalami penurunan, kata Beema di Jakarta, Selasa (20 Februari 2024). Lebih lanjut, dengan menggunakan skenario business-as-usual (BAU) Celios, studi ini juga menunjukkan bahwa nilai tambah ekonomi sebesar $387,1 juta, atau lebih dari Rp6 triliun, akan hilang selama 15 tahun ke depan.
Dampak negatif skenario BAU terhadap nilai tambah sektor pertanian dan perikanan berupa kekeringan yang mengganggu pertanian dan pencemaran air yang berpotensi meracuni ikan dan merusak ekosistem perikanan secara signifikan. Misalnya saja laporan WALHI yang menyoroti ancaman yang dihadapi petani lada di wilayah Sulawesi Selatan pada tahun 2023.
Nilai ekonomi yang dihasilkan dari perkebunan ini mencapai Rp 3,6 triliun per musim/tahun. Namun perkebunan tersebut terancam dampak lingkungan berupa rusaknya hutan hujan dan danau akibat pembangunan smelter nikel. “Seiring dengan peningkatan kapasitas smelter nikel, terdapat tekanan yang sangat besar pada sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan,” ujarnya.
Beema mengatakan terdapat kesalahpahaman umum bahwa peluang kerja di sektor hilir nikel akan membantu pekerja lokal dan meningkatkan pendapatan rata-rata masyarakat. Kenyataannya, meski petani masih menggarap lahannya sendiri, tenaga kerja di industri nikel berasal dari negara lain, dan kehadiran smelter menjadi ancaman bagi petani lokal.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.