Saham News
Saham Bank Tertekan Aksi Jual Asing-Saatnya Waspada atau Justru Peluang?
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 04 July 2023 Waktu baca 5 menit
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi Indonesia pada pertengahan tahun 2023 terus menurun dan telah berada di bawah target makro pemerintah, yaitu 4 persen.
Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), mengungkapkan bahwa secara tahunan atau year-on-year (yoy), inflasi pada bulan Juni 2023 mencapai 3,52 persen. Sedangkan secara tahun kalender atau year-to-date (ytd), inflasi telah mencapai 1,24 persen. Tren inflasi ini menunjukkan penurunan dan mencapai angka terendah sejak bulan April 2022.
"Inflasi tahunan terus mengalami penurunan sejak bulan Maret 2023," ujarnya dalam Rilis BPS, pada hari Senin (3/7/2023).
Jika dilihat lebih rinci, kelompok pengeluaran yang memberikan kontribusi inflasi tahunan terbesar adalah kelompok transportasi, yaitu sebesar 10,18 persen, dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 1,23 persen.
Pudji menjelaskan bahwa faktor terbesar yang menyumbang pada inflasi bulan Juni 2023 berasal dari kenaikan harga bensin, yang memberikan kontribusi sebesar 0,84 persen, diikuti oleh kenaikan harga beras sebesar 0,38 persen, dan rokok kretek filter dengan kontribusi sebesar 0,22 persen.
Selain itu, kontrak rumah juga turut mendorong inflasi pada bulan Juni 2023 dengan kontribusi sebesar 0,13 persen, serta bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen.
Di sisi lain, inflasi berhasil ditekan dan menurun karena inflasi pada komponen harga bergejolak atau volatile food yang cukup rendah, yaitu sebesar 1,2 persen. Pada bulan Mei 2023, inflasi pada harga bergejolak mencapai 3,28 persen.
Penurunan inflasi ini disebabkan oleh deflasi pada kelompok pangan, seperti ikan segar sebesar 0,02 persen, bawang merah sebesar 0,01 persen, dan minyak goreng sebesar 0,01 persen.
Selain komponen harga bergejolak, inflasi pada komponen inti juga tercatat lebih rendah, yaitu sebesar 2,58 persen dibandingkan bulan Mei 2023 yang mencapai 2,66 persen.
Harga-harga yang diatur oleh pemerintah juga mengalami penurunan dari bulan sebelumnya, yaitu dari 9,52 persen menjadi 9,21 persen. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) per tanggal 1 Juni 2023.
Sebelumnya, para ekonom sepakat bahwa inflasi akan terus menurun dan tetap berada dalam rentang target pemerintah, yaitu 2-4 persen. Menurut mereka, ancaman terhadap potensi lonjakan inflasi tahun ini adalah musim kemarau atau masuknya fenomena El Nino di Indonesia.
"Kami memperkirakan bahwa inflasi akan terus menurun dan tetap berada dalam rentang target di masa mendatang. Namun, El Nino dan cuaca ekstrem tetap menjadi dua tantangan yang perlu diantisipasi dampaknya terhadap inflasi pangan," ujar Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman, dikutip pada hari Senin (3/7/2023).
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.