Saham News
Saham Bank Tertekan Aksi Jual Asing-Saatnya Waspada atau Justru Peluang?
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 28 August 2025 Waktu baca 5 menit
Platform e-commerce Tokopedia tengah diterpa isu mengenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan. Rumor mengenai PHK massal ini mencuat dan dikaitkan sejak perusahaan tersebut diakuisisi oleh TikTok, anak usaha ByteDance, pada akhir 2023.
Kabar ini menyebar luas di media sosial, namun manajemen dan tim komunikasi Tokopedia memilih bungkam. Informasi bocor kemudian diterima detikFinance dari seorang sumber internal yang mengungkapkan adanya rencana PHK di perusahaan tersebut.
Sumber yang terdampak kebijakan ini menyebutkan bahwa karyawan selalu mendapatkan kabar PHK secara mendadak, biasanya melalui undangan town hall yang dikirimkan hanya satu hari sebelumnya.
“Kami tidak pernah diberitahu secara resmi jika akan ada PHK, semuanya muncul mendadak H-1 lewat undangan town hall. Bahkan kabar soal jadwal PHK sering kami dapat dari pihak luar,” ungkap sumber tersebut pada Senin (25/8/2025).
Manajemen Tokopedia sebelumnya pernah mengumumkan PHK, tetapi terakhir dilakukan tahun lalu. Menurut sumber tersebut, para karyawan menyadari kemungkinan akan ada gelombang berikutnya karena adanya penggabungan dua perusahaan yang menyebabkan beberapa divisi menjadi redundan.
Isu terbaru menyebutkan bahwa 420 karyawan terdampak PHK dalam dua bulan terakhir. Pada Agustus 2025, sebanyak 240 orang diberhentikan, sementara pada Juli sebelumnya, 180 orang sudah lebih dahulu terkena PHK. Divisi-divisi yang terkena dampak termasuk teknologi informasi (IT), layanan pelanggan, pemenuhan pesanan (fulfillment), dan gudang.
Sumber menambahkan bahwa pengurangan karyawan sebenarnya sudah berlangsung setiap kuartal, tetapi tidak banyak diketahui publik karena jumlahnya kecil.
Hingga saat ini, manajemen Tokopedia belum memberikan tanggapan resmi meskipun detikcom telah berusaha meminta konfirmasi.
Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Budi Primawan mengatakan bahwa sejak merger dengan TikTok Shop memang ada penyesuaian organisasi, namun informasi jumlah karyawan yang terdampak belum dapat dipastikan.
Tokopedia kini mayoritas sahamnya (75%) dimiliki TikTok, sementara GoTo hanya memegang 25% setelah penjualan pada akhir 2023.
Alasan PHK disebut karena jumlah karyawan yang dianggap terlalu banyak atau "gemuk", terutama setelah bergabung dengan tim TikTok Shop. Dari total sekitar 2.500 karyawan, TikTok menilai jumlah ini berlebihan sehingga diperlukan efisiensi.
Beberapa tim teknis bahkan disebut akan dipindahkan ke Tiongkok untuk berada langsung di bawah koordinasi TikTok China. Proses PHK ini diperkirakan berlangsung hingga akhir 2025 saat integrasi sistem selesai, dan mayoritas tim di Indonesia hanya akan fokus pada bisnis dan pemasaran.
Selain itu, Tokopedia juga menghentikan layanan gudang "Dilayani Tokopedia" sejak 15 Agustus 2025, yang sebelumnya diluncurkan pada Maret 2022 dengan konsep mirip Fulfillment by Amazon (FBA). Semua karyawan di layanan tersebut ikut terdampak.
Pada Januari 2024, TikTok menyelesaikan akuisisi 75,01% saham Tokopedia dari GoTo senilai sekitar US$840 juta dan berkomitmen menginvestasikan lebih dari US$1,5 miliar untuk pengembangan entitas gabungan. Akuisisi ini memungkinkan TikTok Shop kembali beroperasi di Indonesia setelah sebelumnya dilarang oleh regulasi.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.