Rp 30 Triliun Uang Orang Indonesia Habis Untuk Game Online

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 10 November 2023 Waktu baca 5 menit

Masyarakat Indonesia dengan rela mengeluarkan dana hingga USD 2 miliar atau setara Rp 30 triliun hanya untuk bermain game online pada tahun 2021. Sayangnya, sebanyak 99,5% dari total pengeluaran tersebut langsung mengalir ke luar negeri karena game online yang dimainkan berasal dari luar Indonesia.

 

"Sebanyak 99,5 persen pengeluaran orang Indonesia untuk game tersebut berakhir di luar negeri," ujar Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo RM Manuhutu di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, pada Sabtu (28/10/2023).

 

Pemerintah memiliki harapan agar 70 persen dari uang yang kabur dapat kembali ke Tanah Air, terutama untuk mendukung perkembangan industri game online buatan lokal. "Saat ini, kita menginginkan pembalikan, di mana 70 persen dari jumlah tersebut dapat masuk kembali ke Indonesia, khususnya pada game lokal (buatan dalam negeri) pada tahun 2024-2025," kata Odo.

 

Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah saat ini tengah mengakselerasi pengembangan ekosistem game dalam negeri. Salah satu langkah yang diambil adalah merancang peraturan presiden (Perpres) yang akan mengatur berbagai aspek, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), akses pasar, perangkat keras dan lunak, serta aktivitas kompetisi di tingkat lokal dan regional.

 

Odo menyampaikan bahwa Perpres tersebut akan segera diterbitkan dalam waktu dekat. Mengingat bahwa peraturan tersebut telah dirancang sejak dua tahun lalu, dan sekarang hanya menunggu persetujuan dari Presiden Joko Widodo. "Harapannya, Perpres akan diterbitkan bulan November ini setelah dua tahun proses pembahasan dan saat ini tinggal menunggu tanda tangan dari Pak Presiden," ujar Odo.

 

Selain itu, Odo juga mencatat bahwa sejak tahun 2022, pemerintah telah melatih 3.000 talenta lokal dalam pengembangan game. Pada tahun 2024, diharapkan jumlah talenta lokal yang terlatih meningkat menjadi 9.000, dengan kemampuan untuk menciptakan game.

 

"Dari jumlah 9.000 tersebut, mungkin hanya sekitar 100 yang benar-benar membuat game, dan dari 100 tersebut, hanya 2 yang benar-benar bagus, tapi itu sudah cukup," ungkap Odo. Oleh karena itu, dalam dua tahun ke depan, Odo optimis bahwa 70 persen dari uang yang dikeluarkan oleh masyarakat Indonesia untuk game dapat kembali ke Tanah Air.

 

"Target 70 persen tersebut diharapkan tercapai pada tahun 2024-2025. Sebagai bangsa, kita perlu memiliki ambisi, karena tanpa ambisi, kehidupan tidak dapat berkembang," tutup Odo.

Sumber: Sumber: Liputan6.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.