Trump Desak The Fed Segera Turunkan Suku Bunga, Pasar Beri Respons?

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 21 March 2025 Waktu baca 5 menit

Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga di Tengah Kebijakan Tarif Baru

Presiden Donald Trump kembali menekan Federal Reserve (The Fed) agar segera menurunkan suku bunga, bertepatan dengan mulai diterapkannya kebijakan tarif baru yang ia canangkan. Melalui unggahan di media sosial, Trump menyatakan bahwa The Fed akan "jauh lebih baik" jika segera memangkas suku bunga.

 

Menurut laporan Investing.com pada Jumat (21/3/2025), komentar ini muncul setelah The Fed mempertahankan suku bunga untuk kedua kalinya secara berturut-turut, tetap berpegang pada proyeksinya sebelumnya yang memperkirakan dua kali pemotongan suku bunga tahun ini.

 

Kebijakan Tarif Trump & Tekanan pada The Fed

Pernyataan Trump di Truth Social muncul setelah The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga sambil menyesuaikan prospeknya terkait inflasi yang lebih tinggi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

 

Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa rencana kebijakan tarif baru dari Trump menjadi salah satu faktor ketidakpastian utama dalam strategi ekonomi ke depan.

 

Trump sendiri berencana menerapkan tarif “timbal balik” terhadap banyak negara mulai 2 April 2025, yang ia sebut sebagai "hari pembebasan". Langkah ini diklaim sebagai bagian dari strategi memperketat kebijakan tarif guna memperkuat posisi ekonomi AS di tengah ketidakpastian global.

 

Sementara itu, inflasi di AS masih belum menunjukkan penurunan signifikan, sementara suku bunga yang tinggi telah melemahkan pasar perumahan. Para ekonom kini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan melambat dalam beberapa bulan ke depan.

 

Dampak di Pasar Keuangan

Pasar saham AS sempat menguat setelah The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih akomodatif, meskipun masih mempertahankan sikap hati-hati terhadap dampak inflasi dari kebijakan tarif perdagangan Trump.

 

Meskipun demikian, keputusan The Fed masih dianggap kurang agresif oleh investor. Proyeksi pertumbuhan ekonomi diturunkan dibandingkan tiga bulan lalu, namun estimasi inflasi justru meningkat.

 

Pelaku pasar kini mencermati langkah Trump lebih lanjut, terutama menjelang penerapan kebijakan tarif baru pada 2 April, yang disebutnya sebagai langkah "pembebasan" dalam kebijakan perdagangan AS.

Sumber: metrotvnews.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.