Edukasi
Fear & Greed Index Global Tertekan Geopolitik: Sinyal Ketakutan atau Peluang di Pasar?
/index.php
Edukasi - Diposting pada 09 May 2025 Waktu baca 5 menit
Sebelum membahas bagaimana cara mengatasi inflasi, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu inflasi.
Inflasi adalah kondisi ketika harga barang dan jasa di suatu negara mengalami kenaikan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Penyebabnya adalah ketidakseimbangan antara jumlah uang yang beredar dengan jumlah barang yang tersedia. Selain itu, inflasi juga bisa terjadi karena ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran yang berujung pada meningkatnya biaya ekspor.
Menurut definisi dari International Monetary Fund (IMF), inflasi merupakan penurunan nilai daya beli mata uang dalam periode tertentu. Penurunan daya beli ini terlihat dari berkurangnya jumlah barang dan jasa yang bisa dibeli dengan nominal uang yang sama. Naiknya harga menyebabkan masyarakat hanya bisa membeli barang dalam jumlah yang lebih sedikit dibanding sebelumnya.
Berikut adalah beberapa cara yang bisa diterapkan oleh masyarakat untuk mengatasi dampak inflasi dan tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup:
1. Menghemat Pengeluaran
Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan fiskal yang dianjurkan pemerintah untuk meredam inflasi. Dengan mengurangi konsumsi, maka permintaan barang dan jasa menurun, sehingga dapat menekan harga.
Untuk membantu menghemat, sebaiknya atur ulang alokasi keuangan. Bedakan mana pengeluaran yang bersifat kebutuhan pokok dan mana yang hanya keinginan. Sebagai contoh, kamu bisa mulai membatasi kebiasaan nongkrong atau liburan. Perlu diingat, bukan berarti kamu harus berhenti total, tetapi cukup mengurangi frekuensinya atau menurunkan anggarannya.
Lalu, kemana sisa uangnya dialokasikan? Sebaiknya ditabung. Dana yang tersisa bisa disimpan untuk kebutuhan darurat, investasi, atau digunakan untuk melunasi hutang-hutang yang dimiliki.
2. Menyediakan Dana Darurat
Dana darurat sangat penting karena inflasi dapat menyebabkan pemotongan gaji hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Dana ini berfungsi sebagai cadangan untuk menutupi kebutuhan saat kehilangan penghasilan. Oleh karena itu, penting untuk menyiapkannya sebagai langkah antisipasi jika terjadi krisis ekonomi.
Berikut panduan besar dana darurat:
Lajang: 3–6 kali pengeluaran bulanan.
Menikah tanpa anak: 6 kali pengeluaran bulanan.
Menikah dengan anak: 9 kali pengeluaran bulanan.
Idealnya, dana darurat dapat menutupi kebutuhan hidup selama 3 hingga 6 bulan, sehingga penting untuk mulai menyisihkan sebagian penghasilan dari sekarang.
3. Menambah Sumber Penghasilan
Selain menghemat, kamu juga sebaiknya memiliki penghasilan tambahan agar keuangan lebih stabil. Penghasilan tambahan ini bisa berasal dari pekerjaan sampingan atau membuka usaha kecil-kecilan.
4. Mendukung Produk Lokal
Mengonsumsi produk dalam negeri bisa membantu mengendalikan inflasi. Pembelian produk impor dapat meningkatkan beban pajak yang justru memperburuk inflasi.
Walaupun membeli produk luar negeri dapat menyumbang devisa, namun di sisi lain bisa memicu kenaikan tarif pajak dan memperbesar laju inflasi. Maka dari itu, mulai sekarang biasakan untuk membeli dan menggunakan produk lokal.
5. Mulai Menabung dan Berinvestasi
Cara berikutnya adalah menyimpan uang dalam bentuk tabungan atau aset investasi. Dalam situasi inflasi, kamu bisa memilih investasi berisiko rendah seperti reksadana pasar uang atau obligasi negara ritel. Instrumen ini biasanya memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dari laju inflasi, sehingga dapat melindungi daya beli.
Kamu juga bisa menabung di bank, terutama bank yang menawarkan suku bunga tinggi seperti Bank Universal BPR. Tabungan jenis ini tidak mengharuskan jatuh tempo seperti deposito dan bisa dicairkan kapan saja.
6. Menabung Logam Mulia
Investasi logam mulia adalah solusi yang fleksibel dan minim risiko dalam menghadapi inflasi. Nilai logam mulia cenderung meningkat seiring waktu dan tidak mudah terdampak inflasi. Sekarang pun, kamu bisa mulai menabung logam mulia secara online melalui marketplace khusus yang menyediakannya.
7. Investasi Surat Utang Negara (SUN)
Cara lain dalam mengatasi inflasi adalah dengan membeli Surat Utang Negara di pasar terbuka. Melalui pembelian ini, kamu membantu negara membayar utangnya sekaligus mendapatkan keuntungan dari imbal hasil SUN.
8. Menyimpan Dana dalam Deposito
Deposito menjadi alternatif investasi yang bisa menyaingi inflasi karena bunga yang ditawarkan umumnya setara atau lebih tinggi dari inflasi. Namun perlu diperhatikan, dana tidak bisa ditarik sebelum jatuh tempo tanpa penalti.
Deposito merupakan pilihan investasi yang mudah, aman, dan cukup menguntungkan. Cocok bagi kamu yang ingin mengamankan dana tanpa risiko tinggi.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.