Saham News
Saham GoTo Gojek Tokopedia Mentok di Gocap, MSCI Soroti Masalah Likuiditas
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 29 May 2026 Waktu baca 5 menit
Konflik saling balas serangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas di kawasan Selat Hormuz sehingga memicu kenaikan harga minyak dunia. Pada awal perdagangan Asia, Kamis (28/5/2026), harga minyak mentah AS melonjak hampir 2% menjadi US$90,38 per barel setelah muncul laporan mengenai eskalasi terbaru kedua negara di perairan strategis tersebut. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya harga minyak sempat merosot sekitar 5%.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman akan menggunakan kekuatan militer terhadap Oman apabila negara itu bekerja sama dengan Iran dalam upaya menguasai Selat Hormuz. Trump menegaskan Oman harus bertindak sebagaimana negara lain atau menghadapi ancaman penghancuran.
Mengutip Aljazeera, Kamis (28/5/2026), pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan dalam rapat kabinet pada Rabu. Seorang reporter awalnya meminta tanggapan Trump mengenai kemungkinan Oman dan Iran bersama-sama mengawasi aktivitas perdagangan di jalur pelayaran strategis yang menangani lebih dari 20% lalu lintas minyak global tersebut.
“Apakah Anda akan menerima kesepakatan jangka pendek yang memungkinkan Iran dan Oman mengontrol selat itu?” tanya wartawan tersebut.
Menanggapi pertanyaan itu, Trump memberikan jawaban bernada ancaman. Ia menegaskan tidak ada pihak yang boleh mengendalikan Selat Hormuz dan kemudian melontarkan ancaman kepada Oman.
“Tidak ada yang akan menguasainya. Itu adalah perairan internasional, dan Oman harus bertindak seperti negara lain, atau kami akan menghancurkan mereka,” ujar Trump.
Sempat muncul dugaan bahwa Trump keliru menyebut Oman padahal yang dimaksud adalah Iran. Namun kemudian Departemen Luar Negeri AS membagikan pernyataan tersebut melalui media sosial lengkap dengan transkrip yang memang menyebut negara Arab itu secara langsung.
Sebagai tanggapan, Iran menyatakan dukungannya kepada Oman.
Masih mengutip Aljazeera, Kamis (28/5/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan solidaritas kepada Oman atas “ancaman dari pejabat AS”.
Pernyataan itu muncul setelah Trump mengancam akan “menghancurkan” Oman apabila negara tersebut tidak “bertindak seperti negara lain” terkait isu penguasaan Selat Hormuz.
Baghaei juga mengecam serangan terbaru AS terhadap wilayah Bandar Abbas di Iran.
Diketahui, Oman yang selama ini dikenal sebagai negara netral belum pernah menyatakan keinginan untuk bekerja sama dengan Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz. AS dan Oman sendiri merupakan sekutu dekat dengan hubungan diplomatik yang telah berlangsung lebih dari dua abad.
Kedua negara juga memiliki berbagai kerja sama strategis, mulai dari kemitraan keamanan, perjanjian perdagangan bebas, hingga kolaborasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.