Strategi Cerdas Kelola THR PNS 2026: Tips Anti Habis & Bisa Jadi Investasi

Edukasi - Diposting pada 25 February 2026 Waktu baca 5 menit

Semangat para PNS, anggota TNI, Polri, serta para pensiunan dalam menyambut pencairan THR 2026 kian meningkat, dengan penyaluran tahap pertama diperkirakan berlangsung pada 26 Februari 2026.

 

Meski demikian, kepastian pencairan tersebut masih menunggu penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai persetujuan resmi, yang baru akan diproses setelah Presiden Prabowo Subianto kembali dari kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat, Inggris, dan Yordania pada akhir pekan ini.

 

Di tengah penantian itu, terdapat hal krusial yang perlu diperhatikan, yakni bagaimana mengatur THR 2026 agar tidak cepat habis dalam waktu singkat.

 

Mengapa Banyak Orang Kurang Bijak Mengelola THR?

Secara psikologis, THR kerap dipersepsikan sebagai “uang tak terduga” atau bonus tambahan. Akibatnya, seseorang cenderung lebih impulsif dalam membelanjakannya dibandingkan dengan gaji rutin bulanan.

 

Selain itu, dorongan sosial untuk tampil maksimal saat mudik atau membagikan angpau sering membuat orang mengesampingkan kewajiban keuangan pasca-Lebaran.

 

Agar THR Anda tidak sekadar “singgah sesaat”, berikut strategi alokasi yang realistis untuk diterapkan pada tahun ini.

Strategi Pengelolaan THR 2026: Formula 4-3-2-1

Untuk menyesuaikan dengan kondisi inflasi dan pola hidup 2026, gunakan pembagian berikut:

 

1. 40% untuk kebutuhan Lebaran (konsumsi)
Anggaran ini mencakup tiket perjalanan mudik, zakat fitrah, bingkisan untuk keluarga, serta biaya menjamu tamu. Perlu diingat, Lebaran adalah momentum mempererat silaturahmi, bukan ajang menunjukkan kemewahan yang memberatkan keuangan.

 

2. 30% untuk melunasi kewajiban (utang & PayLater)
Di era utang digital, kebijaksanaan finansial sangat diperlukan. Manfaatkan THR untuk membayar atau mencicil tagihan PayLater maupun kartu kredit yang tertunda dari bulan-bulan sebelumnya. Langkah ini membantu memulai bulan setelah Lebaran dengan kondisi finansial lebih lega.

 

3. 20% untuk tabungan dan investasi
Jangan menghabiskan seluruh dana. Sisihkan minimal 20% pada instrumen yang likuid namun tetap memberikan imbal hasil, seperti:

  • Reksa Dana Pasar Uang untuk dana darurat jangka pendek.

  • Emas digital sebagai perlindungan terhadap inflasi.

  • SBN (Sukuk Tabungan) jika masa penawarannya bertepatan dengan pencairan THR.

 

4. 10% untuk dana sosial dan penghargaan diri (self-reward)
Setelah bekerja keras sepanjang tahun, tidak ada salahnya menyisihkan sebagian kecil untuk kebutuhan pribadi atau tambahan sedekah di luar zakat wajib.

 

Simulasi Pengelolaan THR

Sebagai ilustrasi, jika seseorang menerima THR sebesar Rp5 juta, maka Rp2 juta dapat dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran. Sebanyak Rp1,5 juta digunakan untuk melunasi utang atau cicilan. Selanjutnya Rp1 juta ditabung atau diinvestasikan, dan Rp500 ribu dialokasikan untuk kebutuhan sosial. Dengan pola ini, kebutuhan Lebaran tetap terpenuhi tanpa mengganggu kestabilan keuangan setelahnya.

 

Tips Agar THR Tidak Cepat Habis

Selain pembagian persentase, terapkan tiga langkah berikut:

 

A. Gunakan “Aturan 24 Jam”
Jika tergoda diskon di marketplace setelah THR cair, tunda keputusan pembelian selama 24 jam. Biasanya dorongan impulsif akan mereda dan pertimbangan rasional kembali muncul.

 

B. Pisahkan Rekening THR
Jangan mencampurkan THR dengan rekening gaji utama. Gunakan rekening terpisah atau dompet digital bebas biaya admin untuk menempatkan dana sesuai pos agar tidak terpakai tanpa sengaja.

 

C. Dahulukan Zakat dan Utang
Segera tunaikan zakat dan bayar cicilan begitu THR diterima. Menunda kewajiban ini sering menimbulkan ilusi saldo masih besar sehingga uang terasa cepat habis.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :