Bos TRIV & Andry Hakim Beli TRUK Rp428, Potensi Gain di Atas Kertas Tembus Rp111,97 Miliar

Saham News - Diposting pada 23 September 2026 Waktu baca 5 menit

Instagram/andryhakim

Bos TRIV & Andry Hakim Beli TRUK Rp428, Potensi Gain di Atas Kertas Tembus Rp111,97 Miliar

Saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) sedang menjadi salah satu perhatian pasar setelah harganya melesat tajam dan dua investor baru masuk sebagai pemegang saham signifikan.

Gabriel Rey, pendiri dan CEO TRIV, terkait dengan PT Pukul Rata Kanan yang kini menguasai 15% saham TRUK. Sementara Andry Hakim, pendiri Hakimson, terkait dengan PT Hakimson Growth Capital yang memiliki 5%.

Kedua entitas tersebut mengambil alih total 87 juta saham atau 20% TRUK pada harga Rp428 per saham pada 18 September 2026.

Empat hari kemudian, harga TRUK ditutup di Rp1.715 per saham pada 22 September.

Di atas kertas, selisih harga tersebut membuat potensi capital gain gabungan kedua investor mencapai sekitar Rp111,97 miliar.

Namun, angka tersebut belum menjadi laba yang benar-benar direalisasikan selama sahamnya belum dijual.

 

TRUK ARA di Rp1.715

Saham TRUK ditutup menguat 9,94% ke Rp1.715 pada perdagangan Selasa, 22 September 2026 sekaligus menyentuh batas Auto Rejection Atas.

Dalam sepekan, kenaikannya mencapai sekitar 45,34%, sedangkan dalam satu bulan saham tersebut sudah naik sekitar 114,38%.

Data historis juga menunjukkan TRUK ditutup Rp1.420 pada 18 September, Rp1.560 pada 21 September, lalu Rp1.715 pada 22 September.

Pergerakan tersebut membuat valuasi kepemilikan baru Gabriel Rey dan Andry Hakim melonjak bila dihitung menggunakan harga pasar penutupan.

 

Gabriel Rey Masuk Lewat PT Pukul Rata Kanan

Keterbukaan informasi yang dikutip dari BEI mencatat PT Pukul Rata Kanan membeli 65,25 juta saham TRUK pada 18 September 2026.

Harga transaksi tercatat Rp428 per saham.

Dengan demikian, dana yang dikeluarkan mencapai:

65,25 juta × Rp428 = Rp27,927 miliar.

Setelah transaksi, PT Pukul Rata Kanan mempunyai 15% hak suara di TRUK dari sebelumnya nihil. Tujuan transaksinya dilaporkan sebagai investasi.

Gabriel Rey sendiri merupakan Founder & CEO TRIV, platform aset digital Indonesia yang telah beroperasi sejak 2015. Situs resmi Gabriel Rey juga menyebut brand Gabriel Rey dioperasikan oleh PT Pukul Rata Kanan.

 

Berapa Nilainya Jika TRUK Rp1.715?

Jika 65,25 juta saham tersebut dinilai menggunakan harga penutupan Rp1.715 pada 22 September, nilai pasar indikatif kepemilikan PT Pukul Rata Kanan menjadi:

65,25 juta × Rp1.715 = Rp111,90 miliar.

Dikurangi biaya pembelian sekitar Rp27,93 miliar, selisihnya mencapai:

Rp83,98 miliar.

Inilah potensi keuntungan modal di atas kertas untuk porsi 15% tersebut.

Perhitungan ini belum memperhitungkan biaya transaksi, pajak, kemungkinan perubahan kepemilikan setelah keterbukaan terakhir, maupun dampak harga apabila saham dalam jumlah besar benar-benar dijual.

 

Andry Hakim Masuk Lewat Hakimson Growth Capital

Di transaksi yang sama, PT Hakimson Growth Capital membeli 21,75 juta saham TRUK, setara dengan 5% saham perseroan.

Harga pembeliannya juga tercatat Rp428 per saham.

Nilai pembelian tersebut sekitar:

21,75 juta × Rp428 = Rp9,309 miliar.

Setelah transaksi, Hakimson Growth Capital memiliki 5% saham TRUK dari sebelumnya nihil.

Hakimson menyebut dirinya sebagai perusahaan investment holding yang didirikan dan dikelola oleh Andry Hakim, yang menjabat sebagai founder sekaligus CEO.

 

Potensi Gain Andry Sekitar Rp27,99 Miliar

Jika kepemilikan 21,75 juta saham tersebut dinilai pada harga Rp1.715, maka nilai pasar indikatifnya sekitar:

21,75 juta × Rp1.715 = Rp37,30 miliar.

Setelah dikurangi nilai pembelian Rp9,31 miliar, potensi selisihnya mencapai sekitar:

Rp27,99 miliar.

Sekali lagi, angka ini merupakan unrealized capital gain atau keuntungan yang masih berada di atas kertas.

Belum ada dasar untuk menyebut Andry telah merealisasikan keuntungan Rp27,99 miliar selama saham tersebut belum dijual.

 

Totalnya Hampir Rp112 Miliar

Jika kedua transaksi digabung:

Keterangan Gabriel Rey / PT Pukul Rata Kanan Andry Hakim / Hakimson Total
Jumlah saham 65,25 juta 21,75 juta 87 juta
Harga transaksi Rp428 Rp428 Rp428
Nilai pembelian Rp27,93 miliar Rp9,31 miliar Rp37,24 miliar
Nilai indikatif @ Rp1.715 Rp111,90 miliar Rp37,30 miliar Rp149,21 miliar
Potensi gain Rp83,98 miliar Rp27,99 miliar Rp111,97 miliar

Harga Rp428 dan jumlah saham berasal dari keterbukaan transaksi; harga Rp1.715 merupakan penutupan 22 September.

Artinya, nilai indikatif gabungan kepemilikan 20% tersebut sudah mencapai sekitar Rp149,21 miliar, dibanding modal transaksi sekitar Rp37,24 miliar.

Secara matematis, selisih harganya setara sekitar 300% dibanding harga akuisisi.

 

Kenapa Harus Disebut “Potensi”?

Karena capital gain hanya benar-benar menjadi keuntungan terealisasi ketika saham dijual.

Jika harga turun sebelum dilepas, keuntungan di atas kertas ikut mengecil.

Sebaliknya, jika harga naik, nilainya dapat bertambah.

Ada persoalan lain untuk kepemilikan sebesar 20%.

Menjual puluhan juta saham tidak selalu bisa dilakukan pada harga pasar terakhir tanpa memengaruhi harga dan likuiditas.

Karena itu, menghitung seluruh saham × harga penutupan adalah valuasi indikatif, bukan jaminan bahwa seluruh posisi bisa dicairkan dengan nilai yang sama.

 

Catur Dharma Lepas Seluruh 20%

Saham yang dibeli kedua entitas tersebut berasal dari PT Catur Dharma Anugerah Surya.

Catur Dharma menjual seluruh 87 juta saham atau 20% kepemilikan pada 18 September dengan harga Rp428 per saham.

Nilai transaksinya mencapai sekitar Rp37,24 miliar.

Setelah penjualan, kepemilikan Catur Dharma menjadi 0%.

Tujuan transaksi yang dilaporkan adalah rebalancing portofolio.

Jumlah saham yang dijual Catur Dharma sama dengan total saham yang masuk ke PT Pukul Rata Kanan dan Hakimson Growth Capital.

 

Struktur Pemegang Saham Berubah

Sebelum pengalihan tersebut, Catur Dharma masih tercatat memiliki 20%.

Setelah transaksi, PT Pukul Rata Kanan menjadi pemegang 15% dan Hakimson Growth Capital 5%.

Pemegang saham signifikan lainnya antara lain PT Guna Makmur Raya dengan sekitar 109,48 juta saham atau 25,17%.

Suminto Husin Giman, Suganto Gunawan dan Suwito masing-masing tercatat menguasai sekitar 5%.

Data itu menggambarkan struktur kepemilikan setelah keluarnya Catur Dharma dari porsi 20% yang sebelumnya dikuasainya.

 

Reli Saham Sudah Berlangsung Sebelum Pengumuman

Ada konteks penting supaya hubungan sebab-akibat tidak dibesar-besarkan.

Harga TRUK sudah mengalami kenaikan tajam sebelum keterbukaan perubahan pemegang saham dipublikasikan ke pasar pada 22 September.

Data historis menunjukkan saham ditutup Rp1.295 pada 17 September dan Rp1.420 pada 18 September, lalu terus ARA ke Rp1.560 dan Rp1.715 pada dua sesi berikutnya.

Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa seluruh kenaikan TRUK disebabkan oleh masuknya Gabriel Rey dan Andry Hakim.

Keterbukaan mengenai transaksi memang menjadi perhatian pasar, tetapi harga sudah bergerak kuat sebelumnya.

 

Harga Transaksi Jauh di Bawah Harga Bursa

Hal lain yang mencolok adalah harga pengalihan saham sebesar Rp428.

Pada tanggal transaksi, 18 September, saham TRUK ditutup di pasar pada Rp1.420.

Artinya, harga transaksi kepemilikan yang dilaporkan berada jauh di bawah harga penutupan saham pada hari yang sama.

Keterbukaan yang tersedia mengonfirmasi harga Rp428, jumlah saham, dan perubahan kepemilikan. Namun sumber yang saya periksa tidak memberikan penjelasan rinci mengenai formula penetapan harga Rp428 tersebut.

Karena itu, artikel sebaiknya tidak berspekulasi mengenai alasan diskon tanpa pernyataan resmi.

 

Fundamental TRUK Masih Merugi

Di balik reli saham, kinerja keuangan perusahaan masih menghadapi tantangan.

TRUK membukukan pendapatan sekitar Rp19,24 miliar pada semester I-2026, turun dari Rp19,62 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga membukukan rugi bersih sekitar Rp3,76 miliar, lebih besar dibanding rugi Rp3,13 miliar pada semester I-2025.

Data tersebut penting karena menunjukkan bahwa kenaikan harga saham belum berjalan beriringan dengan perbaikan laba dalam laporan semester pertama.

Dengan kata lain, harga pasar dan kinerja operasional jangka pendek sedang bergerak pada cerita yang berbeda.

 

Saham Naik Lebih dari 100%, Fundamental Belum Berbalik

Dari Rp810 pada 24 Agustus, saham TRUK mencapai Rp1.715 pada 22 September.

Kenaikannya sekitar 111,73% dalam periode tersebut.

Sementara itu, pendapatan semester pertama justru sedikit turun dan rugi membesar.

Situasi seperti ini bukan otomatis berarti harga saham pasti akan turun.

Namun, investor perlu memahami bahwa ekspektasi pasar saat ini jauh lebih agresif daripada tren kinerja keuangan historis yang tersedia.

 

Siapa Sebenarnya Gabriel Rey?

Gabriel Rey merupakan pendiri sekaligus CEO TRIV.

TRIV menyebut dirinya sebagai salah satu pionir platform pertukaran aset kripto di Indonesia dan telah beroperasi sejak 2015.

Masuknya entitas yang terkait Gabriel ke TRUK memperluas eksposur investasinya di luar industri aset digital.

Namun, kepemilikan 15% tersebut tidak otomatis menjadikan PT Pukul Rata Kanan sebagai pengendali.

Laporan kepemilikan yang dirangkum Indo Premier bahkan menyebut pelapor tidak menjadi pemegang kontrol setelah transaksi.

 

Andry Hakim dan Hakimson

Andry Hakim dikenal melalui Hakimson, private investment holding berbasis di Jakarta.

Hakimson menyatakan seluruh investasinya dimiliki secara privat dan dikelola oleh Andry sebagai founder dan CEO.

Masuknya Hakimson Growth Capital dengan kepemilikan 5% menjadikannya pemegang saham signifikan TRUK.

Tetapi seperti halnya PT Pukul Rata Kanan, porsi tersebut tidak bisa disamakan dengan pengambilalihan kendali perseroan.

 

Potensi Gain Bukan Berarti Fundamental Berubah Rp112 Miliar

Nilai Rp111,97 miliar berasal dari selisih harga saham.

Angka tersebut tidak datang dari kenaikan laba TRUK sebesar Rp112 miliar, kenaikan kas perusahaan, ataupun pembayaran dividen.

Ini murni hasil matematis dari:

jumlah saham × selisih harga pasar dengan harga pembelian.

Pembedaan tersebut penting agar pembaca tidak menyamakan keuntungan pemegang saham dengan keuntungan perusahaan.

TRUK sendiri masih mencatat rugi bersih pada semester I-2026.

 

Apa yang Perlu Dipantau?

Bagi pasar, perubahan pemegang saham baru menjadi langkah awal.

Hal yang lebih penting selanjutnya adalah apakah masuknya investor baru disertai strategi bisnis, perubahan manajemen, aksi korporasi, tambahan modal, ekspansi armada, atau perbaikan operasi.

Pasar juga perlu mengamati keterbukaan informasi berikutnya untuk mengetahui apakah porsi Gabriel Rey dan Andry Hakim berubah.

Tanpa perkembangan operasional baru, lonjakan harga sendiri belum cukup untuk menilai dampak investasi terhadap nilai fundamental TRUK.

 

Kesimpulan

Gabriel Rey melalui PT Pukul Rata Kanan dan Andry Hakim melalui Hakimson Growth Capital mengambil alih total 20% saham PT Guna Timur Raya Tbk pada harga Rp428 per saham.

Total dana transaksi sekitar Rp37,24 miliar.

Ketika TRUK ditutup Rp1.715 pada 22 September, nilai indikatif saham tersebut mencapai sekitar Rp149,21 miliar.

Dengan asumsi seluruh saham masih dimiliki, selisih antara harga pembelian dan harga pasar mencapai sekitar Rp111,97 miliar.

Rinciannya sekitar Rp83,98 miliar pada porsi PT Pukul Rata Kanan dan Rp27,99 miliar pada Hakimson Growth Capital.

Namun angka tersebut belum merupakan keuntungan terealisasi.

Nilainya dapat berubah mengikuti harga saham, dan realisasi terhadap posisi sebesar 87 juta saham juga bergantung pada likuiditas dan harga ketika saham benar-benar dijual.

Di sisi lain, fundamental TRUK belum menunjukkan pemulihan laba: pendapatan semester I-2026 sedikit turun dan rugi bersih justru membesar.

Jadi cerita TRUK saat ini terdiri dari dua hal berbeda: lonjakan valuasi saham dan perubahan pemegang saham yang sangat cepat, tetapi kinerja operasional historis yang masih mencatat kerugian.

 

 

 

Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan edukasi pasar modal, bukan rekomendasi personal untuk membeli, menjual, atau mempertahankan saham TRUK.

Sumber: kontan.co.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.