Breaking News: Harga Minyak Dunia Melonjak, IHSG Terkoreksi Lebih dari 1%

Saham News - Diposting pada 13 March 2026 Waktu baca 5 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan lebih dari 1% pada awal sesi perdagangan hari ini, Jumat (13/3/2026). Pada sekitar pukul 09.27 WIB, IHSG tercatat melemah 1,06% hingga berada di posisi 7.284,41.

 

Sebanyak 463 saham mengalami penurunan harga, sementara 151 saham mencatat kenaikan dan 344 saham tidak mengalami perubahan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp2,19 triliun dengan volume perdagangan sebesar 5,2 miliar saham yang terjadi dalam 321.800 kali transaksi.

 

Pergerakan IHSG pada pagi hari ini sejalan dengan tren yang terjadi di pasar saham Asia. Indeks S&P/ASX 200 di Australia turun sekitar 0,3% pada awal perdagangan kawasan Asia, sedangkan Nikkei 225 Jepang melemah 2% dan indeks yang lebih luas, TOPIX, turun sekitar 1,4%.

 

Di Korea Selatan, indeks saham utama KOSPI jatuh hampir 3%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil KOSDAQ terkoreksi hampir 2%.

 

Penurunan tersebut terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran para pelaku pasar mengenai pasokan minyak di tengah konflik yang diperkirakan berlangsung dalam waktu lama.

 

Harga minyak dunia telah melonjak lebih dari 38% dalam kurun waktu kurang dari dua minggu akibat ancaman serius terhadap jalur distribusi global.

 

Harga minyak mentah Brent Crude Oil tercatat mencapai US$100,72 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$95,37 per barel.

 

Lonjakan harga ini dipicu oleh serangan terhadap dua kapal tanker serta fasilitas pelabuhan minyak di wilayah perairan Irak yang menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Militer Iran bahkan memperingatkan bahwa harga minyak berpotensi melonjak hingga mencapai US$200 per barel.

 

Di sisi lain, di tengah operasi militer besar yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, badan intelijen AS menilai bahwa struktur kepemimpinan pemerintahan Iran saat ini masih solid dan belum menunjukkan tanda-tanda akan runtuh. Laporan tersebut juga menegaskan bahwa rezim di Teheran tetap mempertahankan kendali penuh terhadap masyarakatnya.

 

Posisi pemimpin tertinggi Iran juga disebut telah diambil alih oleh putra Ali Khamenei, yaitu Mojtaba Khamenei, dengan tujuan menjaga stabilitas pemerintahan. Sementara itu, kelompok milisi Kurdi Iran sempat menawarkan bantuan untuk melakukan pemberontakan, namun tawaran tersebut ditolak oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena pihak intelijen meragukan kemampuan persenjataan mereka.

 

Berdasarkan laporan terbaru, Mojtaba dalam pidato publik pertamanya sejak dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk menjadikan selat tersebut sebagai alat tekanan terhadap pihak musuh.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.