Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 21 March 2025 Waktu baca 5 menit
Co-Founder Saratoga Investama, Sandiaga Uno, menilai bahwa penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru-baru ini disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar Indonesia. Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG sempat disuspensi dan anjlok hingga 6% pada akhir sesi pertama.
Menurut Sandiaga, melemahnya IHSG mencerminkan ketidakpercayaan pasar terhadap kebijakan pemerintah. Awalnya, investor berharap ada keberlanjutan program ekonomi dari Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto, namun ternyata terjadi beberapa perubahan kebijakan.
"Sebetulnya perubahan ini baik, namun kurang dikomunikasikan dengan jelas kepada pasar," ujar Sandiaga saat ditemui di VOFFICE Event Space, Centennial Tower, Jakarta Selatan, Kamis (20/3/2025). Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu meningkatkan komunikasi terkait kebijakan ekonomi agar pasar tetap percaya diri.
Selain kebijakan, investor juga mencermati kondisi fiskal Indonesia, terutama terkait penurunan penerimaan pajak. Meski demikian, Sandiaga menegaskan bahwa secara fundamental, kondisi ekonomi Indonesia tetap kuat dan tidak akan terlalu terpengaruh oleh masalah ini.
Lebih lanjut, Sandiaga memprediksi IHSG berpeluang kembali ke zona hijau dalam beberapa hari ke depan, meskipun fluktuasi pasar diperkirakan masih akan berlangsung sepanjang tahun.
"Jangan cepat senang, IHSG mungkin hijau beberapa hari ke depan, tapi volatilitas akan terus berlanjut. Namun, di tengah gejolak ini, tetaplah berinvestasi. Saya selalu bilang, 'stay invested' dalam situasi seperti ini," ungkapnya.
Sandiaga optimistis bahwa selama pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di atas 5% dan kinerja perusahaan tetap positif, IHSG bisa kembali menembus level 7.000. Ia menyarankan investor untuk melirik saham-saham blue chip yang saat ini memiliki valuasi menarik.
"Dalam situasi ketidakpastian seperti ini, justru menjadi peluang untuk membeli saham-saham berkualitas yang memiliki fundamental kuat, terutama di sektor konsumsi dan perbankan. Saat ini harga saham blue chip sangat terjangkau," jelasnya.
Ia juga menyarankan agar investor tidak melakukan trading jangka pendek, melainkan mengoleksi saham untuk investasi jangka panjang.
"Simpan investasi untuk jangka panjang, karena ekonomi Indonesia akan terus bertumbuh dan perusahaan-perusahaan dengan tata kelola yang baik akan tetap berkembang," tutup Sandiaga.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.