China Pionir Laser 6G: Teknologi Satelit Baru Tembus Kecepatan 100 Gbps

Teknologi Terkini - Diposting pada 07 January 2025 Waktu baca 5 menit

Illustrasi

DIGIVESTASI - China berhasil menciptakan teknologi transmisi laser beresolusi tinggi dari satelit ke darat, yang diklaim sebagai bagian dari perkembangan teknologi 6G. Terobosan ini dianggap sebagai lompatan besar dalam dunia komunikasi dan bahkan disebut telah melampaui kemampuan transmisi Starlink milik Elon Musk.

 

Chang Guang Satellite Technology Co., yang mengelola Jilin-1, konstelasi satelit penginderaan jauh komersial terbesar dengan resolusi sub-meter, melaporkan bahwa uji coba transmisi data laser tersebut berhasil mencapai kecepatan hingga 100 Gbps pada akhir pekan lalu. Kecepatan ini setara dengan 1.000 kali lebih cepat dibandingkan rata-rata unduh 5G saat ini, yang mencapai sekitar 100 Mbps atau lebih.

 

Kecepatan transmisi ini juga 10 kali lipat lebih tinggi dari rekor sebelumnya yang dicapai kurang dari setahun lalu. Teknologi tersebut diuji antara sebuah stasiun darat bergerak di truk dan salah satu dari 117 satelit yang membentuk konstelasi Jilin-1.

 

Menurut Wang Hanghang, Kepala Teknologi Stasiun Darat Komunikasi Laser di perusahaan tersebut, capaian ini menunjukkan keunggulan teknologi satelit Chang Guang dibandingkan Starlink. “Starlink milik Elon Musk telah memperkenalkan sistem komunikasi antar satelit berbasis laser, tetapi mereka belum menerapkan teknologi komunikasi satelit-ke-darat berbasis laser. Kami percaya mereka memiliki teknologinya, namun kami telah memulai penerapannya dalam skala besar,” ujarnya, seperti dikutip dari South China Morning Post pada Sabtu (4/1/2025).

 

Keberhasilan ini tidak berhenti di sini. Chang Guang Satellite Technology Co. berencana memperluas pengujian dan memasang teknologi komunikasi laser beresolusi tinggi pada seluruh satelit Jilin-1. "Kami berniat untuk menerapkan unit komunikasi laser ini ke semua satelit di konstelasi Jilin-1, dengan target menghubungkan hingga 300 satelit pada tahun 2027," ungkap perusahaan tersebut.

 

Menurut laporan EurAsian, kemajuan China dalam komunikasi laser ruang angkasa ini merupakan tonggak penting dalam persaingan teknologi ruang angkasa global. Teknologi ini diyakini akan memiliki dampak besar pada masa depan komunikasi dan teknologi informasi.

 

Berbeda dari frekuensi radio konvensional yang banyak digunakan saat ini, komunikasi berbasis sinyal laser—yang berupa sinyal cahaya tak terlihat—mampu mentransmisikan data dengan kecepatan jauh lebih tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan komunikasi laser menunjukkan lonjakan signifikan. Pada tahun 2022, Massachusetts Institute of Technology (MIT) mencatat terobosan dengan kecepatan transmisi 100 Gbps melalui laser. Ini diikuti oleh sistem TeraByte InfraRed Delivery (TBIRD) NASA, yang juga dikembangkan oleh MIT, yang mencetak rekor baru sebesar 200 Gbps pada tahun 2023.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :