Berita Terkini
4 Cara Sederhana Mengelola Emosi Saat Berbisnis-Kunci Sukses Pelaku Usaha
/index.php
Crypto News - Diposting pada 12 February 2025 Waktu baca 5 menit
Pasar keuangan, baik tradisional maupun kripto, tengah mencermati berbagai sentimen global yang berpotensi memengaruhi pergerakan aset. Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian adalah pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell.
Bitcoin sempat anjlok ke bawah level USD 95.000 pada 9 Februari 2025 setelah muncul laporan bahwa China berencana menerapkan tarif pada impor energi dari Amerika Serikat, termasuk minyak mentah dan gas alam cair.
Namun, respons cepat Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif 25% pada impor baja dan aluminium mendorong pemulihan Bitcoin, yang kembali menguat ke level USD 97.838 pada 11 Februari pukul 08.00 WIB.
Di sisi lain, Ethereum (ETH) menjadi aset yang lebih diminati pekan lalu. Investor memanfaatkan momentum ketika harga ETH anjlok ke kisaran USD 2.100. Data dari SosoValue menunjukkan bahwa perdagangan ETF Ethereum spot di AS mencatat arus masuk sebesar USD 420 juta, melampaui dana yang mengalir ke ETF Bitcoin untuk pertama kalinya tahun ini.
Saat ini, Ethereum diperdagangkan di kisaran USD 2.670, masih berada 45% di bawah rekor tertingginya pada November 2021 sebesar USD 4.878.
Sementara itu, perdagangan ETF spot Bitcoin di AS tetap menunjukkan arus masuk positif sebesar USD 203,54 juta dalam periode 3-7 Februari 2025, meskipun investor tetap berhati-hati terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian global akibat kebijakan tarif AS.
Dalam beberapa hari ke depan, pasar akan mencermati sejumlah laporan ekonomi utama yang dapat berdampak pada pergerakan aset tradisional dan digital:
Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, menyatakan bahwa peluang reli Bitcoin menuju USD 100.000 masih terbuka, terutama dengan meningkatnya dukungan regulasi. Beberapa negara bagian di AS mulai memperkenalkan regulasi untuk membangun cadangan Bitcoin, yang memicu spekulasi tentang akumulasi Bitcoin secara global.
Selain itu, testimoni Jerome Powell pada 12-13 Februari 2025 juga akan menjadi faktor kunci bagi pasar. Jika Powell mengisyaratkan kebijakan moneter yang lebih longgar (dovish), ini bisa menjadi katalis positif bagi pasar kripto. Sebaliknya, jika ia menegaskan perlunya kebijakan ketat untuk menekan inflasi, Bitcoin dan altcoin dapat menghadapi tekanan jual.
"Meskipun pasar masih dihadapkan pada ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan dan rilis data ekonomi mendatang, sentimen terhadap Bitcoin tetap positif. Dengan regulasi yang lebih mendukung dan meningkatnya adopsi institusional, Bitcoin bisa segera menguji level psikologis USD 100.000 dalam waktu dekat," ujar Panji.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: liputan6.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.