Saham News
Rekomendasi Saham Hari Ini (5 Juni 2026): Cek Prediksi IHSG dan Saham Pilihan Analis
/index.php
Crypto News - Diposting pada 05 June 2026 Waktu baca 5 menit
Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan signifikan dengan penurunan lebih dari US$15.000 dalam kurun satu minggu, dari level US$82.400 menjadi US$65.856.
Koreksi tajam tersebut memicu gelombang likuidasi besar di pasar derivatif. Dalam 48 jam terakhir, lebih dari US$2,41 miliar posisi kripto terlikuidasi, termasuk sekitar US$93 juta hanya dalam waktu satu jam. Sebagian besar kerugian berasal dari trader yang membuka posisi long dan terjebak saat harga bergerak berlawanan dengan ekspektasi mereka.
Penurunan harga Bitcoin kali ini berkaitan dengan tiga faktor utama yang memengaruhi pasar.
1. Arus Keluar Dana dari ETF BlackRock
ETF Bitcoin milik BlackRock (IBIT), yang merupakan ETF Bitcoin terbesar di dunia, mengalami sembilan hari perdagangan berturut-turut dengan arus dana keluar sepanjang Mei 2026. Secara keseluruhan, sekitar US$2,43 miliar dana ditarik dari produk investasi tersebut selama satu bulan.
Bitcoin Archive menyampaikan bahwa ETF Bitcoin BlackRock, IBIT, mencatat arus keluar dana selama sembilan sesi beruntun dengan total sekitar US$2,43 miliar sepanjang Mei 2026.
Salah satu transaksi yang paling menyita perhatian adalah penjualan melalui dark pool senilai US$1,26 miliar yang terjadi pada 26 Mei.
Dark pool merupakan fasilitas perdagangan untuk transaksi berukuran besar yang tidak langsung terlihat oleh publik. Transaksi ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai pihak yang melakukan penjualan dan alasan di baliknya, meskipun hingga kini belum ada keterangan resmi. Aktivitas tersebut menunjukkan adanya tekanan dari investor institusi yang kemudian memengaruhi sentimen pasar secara luas.
2. Penjualan Bitcoin oleh Strategy
CEO Strategy, Michael Saylor, mengumumkan bahwa perusahaan melakukan penjualan Bitcoin pertamanya sejak Desember 2022. Sebanyak 32 BTC dengan nilai sekitar US$2,5 juta dijual untuk memenuhi pembayaran dividen preferred stock.
Walaupun jumlah yang dijual sangat kecil dibandingkan total kepemilikan Strategy yang mencapai 843.706 BTC, langkah tersebut memiliki dampak psikologis yang cukup besar.
Selama ini pasar memandang Strategy sebagai pembeli Bitcoin yang konsisten tanpa batas. Oleh karena itu, keputusan menjual sebagian aset memunculkan ketidakpastian baru dan memengaruhi kepercayaan investor.
3. Aktivitas Wallet Mt. Gox
Mt. Gox, bursa Bitcoin yang mengalami kebangkrutan pada tahun 2014, kembali menarik perhatian pasar setelah memindahkan 10.422 BTC dengan nilai sekitar US$739 juta pada 2 Juni.
Karena proses pengembalian dana kepada para kreditur dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2026, setiap pergerakan dalam jumlah besar dari wallet Mt. Gox selalu memicu spekulasi bahwa para kreditur akan segera melepas aset yang mereka terima. Situasi ini menambah tekanan terhadap harga Bitcoin di pasar spot.
Altcoin Menunjukkan Respons yang Berbeda
Meskipun Bitcoin mengalami penurunan tajam, sebagian besar altcoin tidak mengikuti pola yang biasanya terjadi ketika BTC mengalami koreksi besar. Umumnya, penurunan sekitar 10% pada Bitcoin dapat menyebabkan altcoin turun antara 20% hingga 40%.
Data terbaru menunjukkan bahwa:
Berdasarkan laporan CoinPedia, Bitcoin saat ini berada kurang dari 10% di atas rata-rata pergerakan 200 minggu dan sedang menguji area support bulanan yang kuat. Selain itu, RSI harian berada di bawah angka 25, yang secara historis sering menjadi indikasi terbentuknya dasar harga jangka pendek.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi altcoin untuk menunjukkan performa yang lebih baik dan berpotensi menjadi awal dari periode yang sering disebut sebagai “altcoin summer”.
Kesimpulan
Penurunan harga Bitcoin selama sepekan terakhir terjadi akibat kombinasi tekanan dari investor institusi, aksi penjualan simbolis yang dilakukan Strategy, serta spekulasi terkait pergerakan aset Mt. Gox.
Di sisi lain, ketahanan altcoin menunjukkan bahwa pasar kripto masih memiliki karakteristik dan dinamika tersendiri yang dapat dimanfaatkan investor untuk mencari peluang strategis.
Walaupun risiko volatilitas tetap tinggi, pemantauan terhadap arus dana ETF, aktivitas wallet institusi, serta data likuidasi derivatif menjadi faktor penting untuk memahami arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.
FAQ
Mengapa harga Bitcoin dapat turun tajam dalam waktu singkat?
Penurunan harga Bitcoin umumnya disebabkan oleh kombinasi likuidasi besar-besaran, aktivitas investor institusi, serta faktor psikologis pasar. Arus dana ETF, aksi jual perusahaan besar, dan pergerakan wallet institusional sering menjadi pemicu utama.
Apa yang dimaksud dengan dark pool dan bagaimana pengaruhnya terhadap harga Bitcoin?
Dark pool merupakan sarana perdagangan untuk transaksi besar yang tidak langsung terlihat oleh publik. Transaksi dalam jumlah besar melalui dark pool dapat menimbulkan ketidakpastian pasar dan memberikan tekanan pada harga Bitcoin meskipun identitas pelakunya tidak diketahui.
Bagaimana dampak penjualan Bitcoin oleh Strategy terhadap pasar?
Strategy dikenal sebagai perusahaan yang memiliki strategi akumulasi Bitcoin jangka panjang. Oleh karena itu, meskipun jumlah yang dijual relatif kecil, langkah tersebut dianggap simbolis karena mengubah persepsi bahwa perusahaan selalu berada di sisi pembelian.
Apa dampak pergerakan wallet Mt. Gox terhadap harga Bitcoin?
Setiap transfer besar dari wallet Mt. Gox biasanya memunculkan spekulasi bahwa para kreditur akan menjual aset yang mereka terima, sehingga meningkatkan potensi tekanan jual di pasar.
Mengapa altcoin tidak mengalami penurunan sebesar Bitcoin?
Dalam beberapa kondisi, altcoin dapat menunjukkan korelasi yang lebih rendah terhadap Bitcoin, terutama ketika terjadi akumulasi baru atau investor mencari alternatif diversifikasi. Situasi ini memungkinkan altcoin tetap kuat meskipun BTC sedang melemah.
Apakah kondisi ini dapat menjadi awal dari altcoin summer?
Ketika Bitcoin berada di area support yang kuat sementara altcoin tetap stabil, peluang terjadinya kenaikan pada sektor altcoin menjadi lebih besar. Meskipun demikian, risiko volatilitas tetap tinggi sehingga investor perlu berhati-hati.
Bagaimana cara memantau tekanan pasar kripto dalam jangka pendek?
Investor dapat memperhatikan arus dana ETF, aktivitas wallet institusi, dan tingkat likuidasi di pasar derivatif sebagai indikator utama untuk menilai tekanan dan arah pergerakan pasar Bitcoin dalam jangka pendek.
Sumber: indodax.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.