Saham News
Rekomendasi Saham Hari Ini (5 Juni 2026): Cek Prediksi IHSG dan Saham Pilihan Analis
/index.php
Saham News - Diposting pada 05 June 2026 Waktu baca 5 menit
Kekayaan para konglomerat Indonesia mengalami penyusutan seiring berlanjutnya tekanan besar pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah 206,81 poin atau turun 3,48% ke posisi 5.734,26.
Penurunan tersebut memperpanjang tren koreksi yang telah membayangi pergerakan indeks sepanjang tahun berjalan. Secara year-to-date (ytd), IHSG telah mencatat pelemahan kumulatif sebesar 33,68%.
Di sisi lain, para taipan Indonesia secara serentak mengalami penurunan nilai kekayaan mereka.
Salah satunya adalah Prajogo Pangestu, yang sebelumnya cukup lama bertahan di jajaran 30 orang terkaya dunia versi Forbes. Kini ia turun ke posisi ke-178 dunia. Di tingkat nasional, pengusaha petrokimia tersebut masih menempati posisi orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai US$16,4 miliar. Namun, dalam satu hari terakhir, nilai kekayaannya menyusut 8,23%.
Pada posisi kedua terdapat pengusaha batu bara Low Tuck Kwong dengan total kekayaan sebesar US$14,2 miliar. Dalam sehari terakhir, kekayaannya berkurang 0,44%.
Peringkat ketiga ditempati pemilik Grup Djarum, Robert Budi Hartono, yang memiliki kekayaan senilai US$13,8 miliar. Nilai hartanya tercatat turun 7,53% dalam satu hari.
Di posisi keempat terdapat Anthoni Salim, pemimpin Grup Salim, dengan total kekayaan mencapai US$10,1 miliar. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 4,31% dibandingkan hari sebelumnya.
Selanjutnya adalah Sri Prakash Lohia, pemilik Grup Indorama. Pengusaha kelahiran India yang telah menjadi warga negara Indonesia sejak 1985 itu mencatat penurunan kekayaan sebesar 0,05% sehingga menjadi US$8,6 miliar dalam sehari terakhir.
Berikutnya, Tahir bersama keluarganya yang merupakan pemilik Grup Mayapada juga mengalami penyusutan kekayaan. Nilai aset mereka turun 6,21% menjadi US$8,3 miliar.
Pada posisi berikutnya terdapat Otto Toto Sugiri yang kerap dijuluki sebagai “Bill Gates Indonesia”. Berbeda dari mayoritas konglomerat lainnya, kekayaan pemilik DCI Indonesia tersebut justru meningkat 0,40% menjadi US$7,8 miliar.
Marina Budiman, yang juga merupakan pemilik DCI Indonesia, berada tepat setelah Toto. Kekayaannya turut bertambah 0,42% sehingga mencapai US$5,6 miliar.
Posisi kesembilan ditempati Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, pemilik Grup Harita. Kekayaannya saat ini tercatat sebesar US$4,2 miliar setelah mengalami penurunan 4,33%.
Sementara itu, posisi orang terkaya Indonesia ke-10 ditempati Sukanto Tanoto dengan total kekayaan sebesar US$4,1 miliar. Nilai kekayaannya relatif tidak berubah di tengah gejolak pasar yang terjadi sepanjang pekan ini. Sukanto dikenal sebagai pemilik Royal Golden Eagle yang berbasis di Singapura.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.