Saham News
Purbaya Tegas Soal Demutualisasi BEI: 'Bereskan Dulu Tukang Goreng Saham!'
/index.php
Crypto News - Diposting pada 09 January 2026 Waktu baca 5 menit
Isu mengenai dugaan kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar oleh Venezuela kembali mengemuka dan memicu perbincangan internasional. Laporan terbaru menyebutkan bahwa negara Amerika Latin tersebut diduga menyimpan cadangan Bitcoin dengan nilai mencapai US$60 miliar atau sekitar Rp1.007 triliun, hampir dua kali lipat dari estimasi kepemilikan Bitcoin pemerintah Amerika Serikat.
Klaim tersebut pertama kali disoroti oleh media digital Project Brazen, yang menyatakan Venezuela memiliki apa yang disebut sebagai “cadangan Bitcoin tersembunyi”. Akumulasi aset kripto itu diduga dilakukan selama bertahun-tahun, seiring isolasi ekonomi yang dialami Venezuela akibat sanksi global.
Laporan itu mengungkapkan tiga sumber utama dugaan akumulasi Bitcoin Venezuela. Pertama, transaksi pertukaran emas pada 2018 yang dikaitkan dengan Alex Saab, tokoh kunci dalam perdagangan internasional Venezuela. Kedua, penggunaan Bitcoin sebagai denominasi dalam sebagian transaksi ekspor minyak guna menghindari pembatasan sistem keuangan internasional. Ketiga, penyitaan peralatan penambangan kripto milik penambang lokal oleh aparat negara.
Selama bertahun-tahun, sanksi ekonomi telah membatasi akses Venezuela terhadap sistem keuangan global. Sejumlah analis menilai kondisi tersebut berpotensi mendorong pemerintah memanfaatkan aset kripto sebagai sarana alternatif untuk menjaga likuiditas dan memfasilitasi transaksi lintas batas.
Namun, data on-chain yang tersedia untuk publik menunjukkan narasi yang bertolak belakang. Situs pelacak kepemilikan Bitcoin global Bitcointreasuries.net mencatat bahwa Venezuela hanya memiliki sekitar 240 Bitcoin, dengan nilai mendekati US$22 juta atau sekitar Rp368 miliar. Angka ini mengacu pada laporan Forbes tahun 2022 yang bersumber dari riset perusahaan analitik blockchain.
Sebagai pembanding, pemerintah Amerika Serikat diperkirakan menguasai lebih dari 328.000 Bitcoin senilai sekitar US$30 miliar, yang sebagian besar berasal dari hasil sitaan penegakan hukum. Perbedaan mencolok ini membuat klaim tentang cadangan bayangan Venezuela menuai skeptisisme luas.
Keraguan juga disampaikan oleh Mauricio di Bartolomeo, Co-Founder Ledn sekaligus pelaku utama industri aset digital di Venezuela. Ia menilai ketiga sumber akumulasi yang disebutkan tidak memiliki dukungan kuat dari catatan publik.
Menurutnya, tingginya tingkat korupsi, penggelapan, dan hilangnya dana negara di Venezuela membuat peluang akumulasi Bitcoin dalam skala besar sangat kecil. Ia juga menceritakan bahwa perangkat penambangan kripto milik keluarganya disita pemerintah pada 2018 dan baru dikembalikan lima tahun kemudian dalam kondisi rusak, yang mengindikasikan penggunaan oleh negara tanpa kejelasan hasil.
Di Bartolomeo menambahkan bahwa dalam praktik sehari-hari, penggunaan stablecoin jauh lebih dominan di Venezuela. Di tengah inflasi yang ekstrem, masyarakat lebih mengandalkan stablecoin untuk pengiriman uang karena nilainya lebih stabil dibandingkan mata uang lokal maupun uang tunai.
Secara teknis, kepemilikan aset kripto oleh negara memang sulit diverifikasi sepenuhnya karena sifat desentralisasinya. Namun, jika klaim mengenai cadangan Bitcoin Venezuela terbukti benar, dampaknya berpotensi besar terhadap peta geopolitik serta dinamika pasar Bitcoin global.
Tren negara menjadikan Bitcoin sebagai aset strategis mulai menguat sejak Amerika Serikat secara resmi membentuk cadangan Bitcoin nasional melalui perintah eksekutif pada awal 2025. Langkah ini menandai pergeseran peran Bitcoin dari sekadar aset spekulatif menjadi instrumen strategis negara.
Dalam konteks Venezuela, ketidakpastian politik domestik dan hubungan yang tegang dengan Amerika Serikat membuat masa depan dugaan cadangan Bitcoin tersebut semakin tidak jelas. Terlepas dari kebenaran klaim tersebut, isu ini mencerminkan meningkatnya peran Bitcoin dalam strategi ekonomi dan dinamika kekuasaan global.
Sumber: coinvestasi.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.