10 Produk Unggulan Ekspor RI ke Venezuela yang Jadi Andalan Perdagangan

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 09 January 2026 Waktu baca 5 menit

Pemerintah Indonesia masih mencermati dampak penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat terhadap perekonomian nasional, termasuk implikasinya terhadap aktivitas perdagangan luar negeri. Venezuela saat ini tercatat sebagai salah satu tujuan ekspor Indonesia di kawasan Amerika Latin.

 

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, Venezuela menempati posisi ke-98 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia dengan total nilai perdagangan mencapai US$75,084 juta sepanjang periode Januari hingga November 2025.

 

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Venezuela didominasi oleh kendaraan bermotor bermesin piston pembakaran dalam jenis spark-ignition (bensin) dengan kapasitas mesin 1.000 cc sampai 1.500 cc, dengan nilai ekspor mencapai US$52,3 juta.

 

Produk berikutnya adalah sabun serta bahan aktif permukaan organik dalam bentuk batangan, lembaran, atau material nonwoven yang dilapisi sabun atau deterjen untuk keperluan mandi, termasuk produk medis, dengan nilai US$8,06 juta.

 

Di posisi selanjutnya terdapat benang dari serat stapel poliester (bukan benang jahit) yang dicampur sebagian besar atau seluruhnya dengan kapas, dengan nilai ekspor sebesar US$3,7 juta selama Januari–November 2025.

 

Selain itu, Indonesia juga mengekspor sabun dan bahan aktif permukaan organik berbentuk batangan, lembaran, atau nonwoven yang diresapi, dilapisi, atau ditutup sabun atau deterjen untuk penggunaan selain mandi senilai US$3,1 juta.

 

Produk lainnya mencakup tisu, handuk, serbet, serta produk sejenis untuk kebutuhan rumah tangga atau sanitasi yang terbuat dari serat selulosa, baik dalam bentuk gulungan dengan lebar lebih dari 36 cm maupun lembaran persegi panjang dengan salah satu sisi melebihi 36 cm saat dibentangkan, senilai US$1,9 juta.

 

Ekspor berikutnya meliputi kaos, singlet, dan rompi berbahan katun yang dibuat dengan teknik rajut atau renda dengan nilai US$777,3 ribu.

 

Kertas tahan minyak dalam bentuk gulungan atau lembaran mencatatkan nilai ekspor sebesar US$417,3 ribu.

Selanjutnya, insektisida yang dikemas untuk penggunaan langsung diekspor dengan nilai US$387,4 ribu.

Bagian atau komponen baterai listrik (aki) juga termasuk dalam daftar dengan nilai ekspor US$367,1 ribu.

 

Terakhir, produk pangan campuran yang dapat dikonsumsi yang berasal dari lemak atau minyak hewani, nabati, maupun mikroba tercatat memiliki nilai ekspor sebesar US$361,9 ribu.

Sumber: cnnindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.