Kecelakaan Mengerikan: 179 Orang Tewas dalam Tragedi Pesawat di Korea Selatan, Simak Detailnya

Berita Terkini - Diposting pada 30 December 2024 Waktu baca 5 menit

Pesawat Jeju Air flight 7C 2216 kecelakaan. (Yonhap via REUTERS)

DIGIVESTASI - Otoritas setempat mengonfirmasi 179 korban jiwa akibat kecelakaan sebuah pesawat penumpang yang mengangkut 181 orang di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu pagi. Dua anggota awak pesawat berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit di Seoul setelah mendapatkan perawatan awal di fasilitas kesehatan dekat bandara.

 

Pesawat milik Jeju Air, Boeing 737-800, dengan 175 penumpang dan enam awak, mengalami kecelakaan sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Pesawat tersebut tergelincir keluar dari landasan pacu saat mendarat, menghantam dinding beton sebelum meledak dengan ledakan besar yang mengakibatkan kebakaran. Pesawat yang sebelumnya berangkat dari Bangkok pada pukul 01.30 dini hari dijadwalkan tiba di Muan pukul 08.30.

 

Kecelakaan ini mencatatkan tragedi penerbangan terburuk di Korea Selatan, menewaskan mayoritas penumpang, termasuk 82 pria dan 93 wanita dengan usia mulai dari 3 hingga 78 tahun. Sebagian besar korban adalah warga Korea, sementara dua penumpang merupakan warga negara Thailand.

 

Seorang pejabat pemadam kebakaran menjelaskan bahwa setelah tabrakan dengan dinding beton, para penumpang terlempar keluar dari pesawat, membuat kemungkinan bertahan hidup sangat kecil. Identifikasi jenazah korban juga mengalami kesulitan karena pesawat nyaris hancur sepenuhnya. Tim darurat telah mendirikan ruang mayat sementara di Bandara Muan untuk menampung jasad para korban.

 

Otoritas menduga kegagalan pada sistem roda pendaratan, yang mungkin disebabkan oleh tabrakan dengan burung, menjadi penyebab utama kecelakaan. Perekam data penerbangan dan suara kokpit telah diamankan dari reruntuhan, tetapi penyelidikan lebih lanjut bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk memastikan penyebab pasti.

 

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengungkapkan bahwa menara pengawas bandara sudah memberikan peringatan terkait burung pada pukul 08.54 pagi. Pilot mengirimkan sinyal darurat pada pukul 08.59 sebelum melakukan pendaratan darurat empat menit kemudian tanpa roda pendaratan yang berfungsi.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: antaranews.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.