Rusia-Korea Utara Buka Jembatan Jalan Pertama, Perdagangan dan Pariwisata Jadi Target

Berita Terkini - Diposting pada 09 September 2026 Waktu baca 5 menit

https://amp.kompas.com/tren/read/2026/09/07/210556665/rusia-dan-korea-utara-buka-jembatan-jalan-pertama-simbol-hubungan-makin

Rusia-Korea Utara Buka Jembatan Jalan Pertama, Perdagangan dan Pariwisata Jadi Target

Rusia dan Korea Utara kini mempunyai jalur jalan raya langsung untuk pertama kalinya.

Kedua negara resmi membuka jembatan baru yang melintasi Sungai Tumen pada Senin, 7 September 2026. Infrastruktur tersebut menghubungkan wilayah Khasan di Primorsky Krai, Rusia, dengan Rason di Korea Utara.

Jembatan baru itu bukan hanya menambah pilihan transportasi lintas batas. Moskow dan Pyongyang melihatnya sebagai bagian dari perluasan hubungan ekonomi, perdagangan, pariwisata hingga pertukaran masyarakat kedua negara.

 

Jembatan Jalan Pertama Rusia-Korea Utara

Sebelum proyek ini selesai, hubungan darat Rusia dan Korea Utara terutama bergantung pada jalur kereta melalui Friendship Bridge yang telah beroperasi sejak era Soviet.

Kini tersedia jalur khusus kendaraan bermotor.

Struktur jembatan di atas Sungai Tumen memiliki panjang sekitar 1 kilometer dengan dua lajur kendaraan. Jika dihitung bersama jalan pendekat dan bagian pendukungnya, keseluruhan lintasan mencapai hampir 5 kilometer.

Pemerintah Rusia mengatakan fasilitas perbatasan di Khasan dirancang dengan 10 lajur pemeriksaan.

Ketika beroperasi dalam kapasitas penuh, kompleks tersebut diproyeksikan dapat menangani sampai 300 kendaraan serta lebih dari 2.300 orang setiap hari.

 

Mishustin dan Pak Thae-song Resmikan dari Jarak Jauh

Peresmian dilakukan secara bersamaan dari kedua sisi perbatasan.

Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin dan Perdana Menteri Korea Utara Pak Thae-song mengikuti acara melalui konferensi video.

Keduanya kemudian meluncurkan lalu lintas di jembatan tersebut.

Mishustin mengatakan perluasan infrastruktur transportasi perbatasan dapat memberikan dorongan baru bagi hubungan perdagangan, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan kedua negara.

Pak menyebut penyelesaian proyek tersebut sebagai perkembangan penting yang dapat memberikan dinamika baru bagi kerja sama bilateral.

 

Bukan Hanya untuk Kargo

Fungsi jembatan tidak dibatasi pada distribusi barang.

KCNA mengatakan infrastruktur baru ini ditujukan untuk memperkuat lalu lintas kendaraan dan manusia sekaligus mendukung pertukaran warga, pariwisata serta sirkulasi komoditas.

Reuters melaporkan lalu lintas kargo menjadi fungsi utama pada tahap awal, sedangkan penggunaan yang lebih luas untuk penumpang ditargetkan berkembang kemudian.

Dengan jalur jalan raya, pengiriman tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sistem kereta lintas batas.

Secara teori, truk dapat memberikan fleksibilitas lebih besar untuk pengiriman dengan volume lebih kecil, distribusi ke banyak tujuan, serta jadwal yang tidak bergantung pada rangkaian kereta.

Namun, seberapa besar peningkatan perdagangan yang akhirnya terjadi tetap bergantung pada volume barang, regulasi lintas batas dan aktivitas ekonomi kedua negara.

 

Diharapkan Turunkan Biaya Logistik

Pemerintah Rusia mengatakan jalur baru diharapkan memungkinkan dunia usaha meningkatkan volume pengiriman dan mengurangi biaya transportasi.

Tujuannya adalah menciptakan pasokan barang yang lebih stabil sekaligus memperluas perdagangan bilateral.

Jalur darat tersebut juga tersambung dengan jaringan jalan nasional Rusia.

Ini membuka kemungkinan barang yang masuk dari Korea Utara dapat diteruskan lebih mudah ke wilayah Primorye dan daerah Rusia lainnya.

Sebaliknya, barang dari Rusia memiliki pilihan logistik tambahan untuk masuk ke wilayah Korea Utara.

Tetapi manfaat ekonominya belum dapat dihitung hanya dari kapasitas teknis jembatan.

Jumlah kendaraan yang benar-benar melintas dan nilai perdagangan aktual akan menjadi indikator yang lebih penting dalam beberapa bulan berikutnya.

 

Proyek Dimulai Setelah Pertemuan Putin-Kim

Kesepakatan pembangunan jembatan dicapai pada 2024 di tengah semakin eratnya hubungan Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Konstruksi dimulai pada April 2025.

Dengan demikian, penyelesaian proyek membutuhkan sekitar 16 bulan sejak pekerjaan utama dimulai.

Peresmian September 2026 menjadi kelanjutan dari rangkaian proyek konektivitas yang sedang dikembangkan Moskow dan Pyongyang.

Selain jalur kereta, penerbangan langsung kedua negara juga kembali diperluas.

 

Jembatan Bernama Yakov Novichenko

Jembatan tersebut diberi nama Yakov Novichenko.

Ia merupakan perwira Tentara Merah Soviet yang dikenang Korea Utara karena disebut menyelamatkan pendiri negara itu, Kim Il Sung, dari percobaan pembunuhan di Pyongyang pada 1946.

Penamaan tersebut memperkuat fungsi simbolis proyek.

Bagi kedua pemerintah, jembatan tidak hanya dipresentasikan sebagai konstruksi teknik, tetapi sebagai representasi hubungan sejarah Rusia-Korea Utara.

Mishustin bahkan menyebut proyek tersebut sebagai simbol persahabatan yang diharapkan melayani masyarakat kedua negara selama puluhan tahun.

 

Hubungan Masuk Level Kemitraan Strategis Komprehensif

Peresmian berlangsung setelah hubungan Moskow dan Pyongyang berubah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Putin dan Kim menandatangani Treaty on the Comprehensive Strategic Partnership pada Juni 2024.

Perjanjian itu mencakup kerja sama yang sangat luas, mulai dari ekonomi, perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknologi hingga komitmen bantuan apabila salah satu pihak menghadapi agresi bersenjata.

Perjanjian kemudian resmi berlaku pada Desember 2024 setelah kedua pihak bertukar instrumen ratifikasi.

Mishustin mengatakan hubungan kedua negara kini berada pada tingkat kemitraan strategis komprehensif yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Jembatan baru diposisikan sebagai salah satu bentuk konkret dari hubungan tersebut.

 

Hubungan Makin Erat Sejak Perang Ukraina

Kerja sama Rusia-Korea Utara meningkat tajam setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 2022.

Korea Utara kemudian semakin dekat dengan Moskow.

Reuters dan sejumlah pemerintah Barat serta Korea Selatan telah melaporkan pengiriman pasukan Korea Utara untuk bertempur bersama Rusia, termasuk dalam operasi di wilayah Kursk.

Hubungan militer tersebut menjadi salah satu alasan pembangunan konektivitas baru Rusia-Korea Utara mendapat perhatian lebih luas daripada proyek transportasi biasa.

Karena itu, fungsi jembatan menjadi isu geopolitik sekaligus ekonomi.

 

Ada Kekhawatiran soal Sanksi

Tidak semua pihak melihat infrastruktur ini semata sebagai sarana perdagangan dan pariwisata.

Sejumlah analis yang dikutip AP menilai jalur darat baru berpotensi membuat pengiriman barang antara kedua negara menjadi lebih mudah, termasuk barang yang dapat terkait dengan kerja sama militer.

Kekhawatiran tersebut muncul karena Korea Utara masih berada di bawah sejumlah sanksi internasional terkait program nuklir dan rudalnya.

Namun, kapasitas jembatan sendiri bukan bukti bahwa pelanggaran sanksi terjadi.

Penggunaan aktual, jenis barang yang dibawa serta kepatuhan terhadap aturan internasional tetap perlu dibuktikan berdasarkan data pengiriman dan informasi resmi.

Karena itu, jembatan sebaiknya tidak langsung disebut sebagai “jalur penyelundupan” atau “jalur militer” tanpa bukti.

 

Pariwisata Juga Jadi Target

Sektor lain yang berpotensi mendapat manfaat adalah pariwisata.

Korea Utara telah menerima kembali sejumlah wisatawan Rusia sejak 2024, dan kedua negara terus memperluas program pertukaran.

Dengan konektivitas jalan raya, perjalanan lintas batas dapat menjadi lebih fleksibel dibanding hanya mengandalkan kereta dan penerbangan.

Namun, pertumbuhan pariwisata tetap bergantung pada regulasi visa, izin perjalanan di Korea Utara, kapasitas fasilitas dan kebijakan perbatasan kedua negara.

Karena itu, pembukaan jembatan menciptakan infrastrukturnya terlebih dahulu; dampak nyata terhadap jumlah wisatawan baru dapat dinilai setelah arus perjalanan tersedia.

 

Masih Jauh dari Menggantikan China

Pembukaan jalur Rusia juga tidak otomatis mengubah struktur perdagangan Korea Utara dalam waktu singkat.

AP mencatat sekitar 98% perdagangan Korea Utara masih dilakukan dengan China.

Artinya, Rusia memang memperoleh jalur baru untuk memperbesar hubungan ekonomi dengan Pyongyang, tetapi basis perdagangan China-Korea Utara masih jauh lebih besar.

Jembatan Tumen lebih tepat dilihat sebagai langkah diversifikasi konektivitas Korea Utara daripada bukti bahwa Rusia langsung menggantikan posisi China.

 

Mengapa Jembatan Ini Penting?

Dari sisi infrastruktur, pentingnya proyek ini cukup sederhana: untuk pertama kalinya Rusia dan Korea Utara memiliki jalur jalan raya khusus melintasi perbatasan bersama.

Dari sisi ekonomi, jalur itu dapat mempercepat mobilitas barang dan manusia.

Dari sisi politik, proyek tersebut menjadi simbol bagaimana kerja sama yang disepakati Putin dan Kim mulai diterjemahkan menjadi infrastruktur fisik.

Dan dari sisi geopolitik, kapasitas logistik baru muncul ketika kedua negara menghadapi tekanan serta sanksi internasional dan memperdalam hubungan militer.

Keempat dimensi tersebut membuat sebuah jembatan sepanjang satu kilometer mempunyai makna yang jauh lebih besar daripada ukurannya.

 

Kesimpulan

Rusia dan Korea Utara resmi membuka jembatan jalan raya pertama di perbatasan kedua negara pada 7 September 2026.

Jembatan dua lajur tersebut melintasi Sungai Tumen dan menghubungkan Khasan dengan wilayah Rason.

Struktur utamanya sekitar 1 kilometer, sementara keseluruhan lintasan berikut jalan pendukung hampir 5 kilometer.

Saat fasilitas perbatasan beroperasi penuh, kapasitasnya dirancang mencapai 300 kendaraan dan lebih dari 2.300 orang per hari.

Moskow dan Pyongyang berharap jalur baru memperbesar perdagangan, pariwisata, pertukaran warga serta kerja sama ekonomi dan teknologi.

Namun, dampaknya tidak hanya akan dinilai dari jumlah kendaraan yang melintas.

Di tengah semakin eratnya hubungan Rusia-Korea Utara setelah perang Ukraina dan perjanjian strategis 2024, jembatan tersebut juga menjadi bagian dari perubahan lanskap geopolitik Asia Timur Laut.

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.